habib mundzir bin fuad

Tangannya Dicium Habib Mundzir, Preman Bertaubat dan Menjadi Anggota Majlis Rasulullah

Habib Mundzir bin Fuad al-Musawa dikenal sebagai ulama’ yang tiada batas. Beliau berdakwah bukan saja kepada jama’ah Majlis Rasulullah, tetapi siapa saja umat Kanjeng Nabi Muhammad selalu disapanya. Termasuk kaum preman, justru malah didekati sama Habib Mundzir.

Suatu ketika, Habib Mundzir mendatangi seorang preman yang dikenal sebagai bandarnya, atau kepala gengnya. Preman ini tak pernah mau menerima tausiyah dari siapa saja. Masyarakat lingkungannya mau membuat Majlis Rasulullah, tapi takut dengan preman itu.

Tahu dengan perilaku preman ini, Habib Mundzir mendatanginya dan kemudian bertemulah dengan preman ini. Preman itu sudah tahu dengan sosok Habib Mundzir, apalagi penampilan Habib Mundzir yang memang penuh kharisma.

“Siapa anda, mau apa ke sini” tanya preman itu.

“Saya Mundzir bin Fuad. Saya mewakili pemuda di sini, memohon restu dan izin bapak, agar mereka membuat majlis di musholla deket sini.” Jawab Habib Mundzir sekaligus mengulurkan tangan untuk salaman dan Habib Mundzir mencium tangan preman itu dengan penuh kasih sayang.

Ketika dicium tangannya, preman ini bergetar hatinya. Seketika preman ini tunduk dan menangis di hadapan Habib Mundzir. Sama sekali tak menyangka kalau Habib Mundzir malah mencium tangannya.

“Seumur hidup saya belum pernah ada kyai datang ke rumah saya. Lalu kini, Pak Ustadz datang ke rumah saya, mencium tangan saya. Tangan ini belum pernah dicium siapapun. Bahkan anak-anak saya pun jijik pada saya dan tak pernah mencium tangan saya. Semua tamu saya adalah penjahat, mengadukan musuhnya untuk dibantai, menghamburkan uangnya pada saya agar saya mau berbuat jahat lagi dan lagi. Kini datang tamu minta izin pengajian pada saya. Saya ini bajingan, kenapa minta izin pengajian suci pada bajingan seperti saya.”

Baca Juga >  Habib Luthfi: Para Wali Tiap Malam di Alam Kubur Doakan Keutuhan Indonesia

Preman itu terus menangis dan bersimpuh kepada Habib Mundzir. Preman itu akhirnya benar-benar bertaubat dan kemudian aktif menjadi anggota Majlis Rasulullah. Awalnya dia memang preman, tapi setelah taubat ia menjadi sangat cinta kepada Rasulullah.

Kepada Habib Mundzir bin Fuad al-Musawa, al-Fatihah.

(sumber: Majlis Rasulullah)