Kiprah Muslimat Surakarta

Tahun 1930-an, Bagaimana Kiprah Muslimat NU di Surakarta?

Posted on

Beberapa tahun sebelum diadakan pembahasan mengenai pembentukan organisasi Muslimat NU di tingkat nasional, di Kota Surakarta pada tahun 1932, kaum ibu di Kota Bengawan terlebih dahulu menginisiasi pembentukan organisasi kaum perempuan dengan nama Nahdlatul Muslimat Independen / NU Muslimat Surakarta yang diketuai Hj Mahmudah Mawardi.

Sedangkan keikutsertaan Muslimat NU Surakarta di tingkat nasional, dimulai sejak Muktamar NU di Menes Banten pada tahun 1938.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Pada Muktamar ke-13 tersebut, dibahas mengenai usulan pembentukan organisasi kaum wanita di kalangan NU dengan tujuan: Mendidik kaoem Moeslimaat mendjadi isteri dan iboenja Oemat jang Oetama.

Selaras dengan tujuan pendirian Muslimat NU tersebut, pada awal tahun 1930-an di Surakarta sejatinya juga telah berdiri Nahdlatoel Moeslimat (NDM). Anggota NDM di Kauman ini merupakan para wanita muslimat yang tidak tergabung dalam Aisyiyah Muhammadiyah.

NDM berpusat di Kauman, di rumah Hj. Sofyan Gontoran, dan memiliki cabang di Laweyan yang dipelopori Hj Busairi, Hj Zukriyah Asrori, dan Hj Muntasir. Kegiatan NDM antara lain mengadakan kursus masak dan ketrampilan wanita, kursus ilmu agama, dan mendirikan sekolah putri.

Baca Juga >  Sahabat dan Keluarga Nabi yang Wafat di Bulan Ramadhan

Kemudian, yang tidak kalah heroik dari kiprah organisasi Muslimat NU di Surakarta satu dekade berikutnya. Pada masa setelah kemerdekaan, tepatnya ketika terjadi Agresi Militer Belanda, sejumlah anggota Muslimat NU Surakarta ikut membantu dengan mendirikan Balai Kesehatan Hizbullah di Kampung Tegalsari Laweyan.

Tugas mereka kala itu, berada di garis belakang untuk membuka dapur umum, mengumpulkan obat-obatan, lauk-pauk dan menjadi kurir.

Atas jasa para ibu dari kaum Muslimat itu, pemerintah memberikan tanda penghargaan Bintang Gerilya.

Selengkapnya di: nu.or.id

Foto: Peletakan batu pertama Sekolah NDM, tahun 1950-an (dok. Buku Kauman)

Penulis: M Ajie Najmuddin Dari Surakarta