Sarung Disebut Pakaian Anti Sunnah, Ini Jawaban Telak KH. Ma'ruf Khozin2

Sarung Disebut Pakaian Anti Sunnah, Ini Jawaban Telak KH. Ma’ruf Khozin

Posted on

Akun Instagram @Abu_al_Jawwi memposting sebuah meme provokatif. Meme tersebut memuat dua gambar jadi satu. Gambar atas adalah foto laki-laki setengah badan memakai celana cingkrang. Sementara gambar bawah memuat foto laki-laki setengah badan menggunakan sarung. Di meme tersebut, pada gambar atas tertulis kata “sunnah” dan gambar bawah tertulis kata “anti sunnah.”

Tak kalah provokatif, akun tersebut memberikan caption, “orang yang taat dan beriman bisa dilihat dari penampilannya saja. Tengok mereka yang mengamalkan sunnah. Celana cingkrang dan berjenggot. Itu adalah amalan sunnah yang paling mudah,”

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Tentu saja, akun tersebut mengamalkan dengan kaffah ciri khas wahabi. Melabeli kelompok yang berbeda dengan mereka sebagai anti sunnah. Di sisi lain, mengklaim kelompok mereka sebagai kelompok (paling) sunnah.

Postingan akun @Abu_al_Jawwi tersebut kemudian dibalas dengan telak oleh Direktur Aswaja Center PWNU Jatim, KH. Ma’ruf Khozin. Kiai Ma’ruf Khozin menuliskan bantahan terhadap postingan tersebut melalui akun Facebooknya. Tulisan itu berjudul, “Celana lebih sunnah daripada sarung?”.

Baca Juga >  Masih Relevankah Kita Mencurigai PKI Bangkit Lagi?

“Sirwal atau celana bukan pakaian sunnah seperti yang sering diklaim sebagai kelompok. Malah celana adalah ciri khas ahli kitab, Yahudi dan Nasrani,” tulis Kiai Ma’ruf Khozin.

Supaya tidak sama (tasyabbuh dengan Yahudi-Nasrani, lanjut Kiai Ma’ruf,  maka Nabi shalallahu alaihi wasallam menjelaskan:

ﻗَﺎﻝَ: ﻓَﻘُﻠْﻨَﺎ: ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠﻪِ، ﺇِﻥَّ ﺃَﻫْﻞَ اﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ ﻳَﺘَﺴَﺮْﻭَﻟَﻮﻥَ ﻭَﻻْ ﻳَﺄْﺗَﺰِﺭُﻭﻥَ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ اﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: ” ﺗﺴﺮﻭﻟﻮا ﻭَاﺋْﺘَﺰِﺭُﻭا ﻭَﺧَﺎﻟِﻔُﻮا ﺃَﻫْﻞَ اﻟْﻜِﺘَﺎﺏِ “.

Abu Umamah berkata: “Wahai Rasulullah. Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nasrani memakai celana dan tidak memakai izar (kain penutup bagian bawah)”. Maka Rasulullah shalallahu alaihi: Pakailah celana dan pakailah izar. Jangan sampai sama dengan Yahudi-Nasrani” (HR Ahmad)

“Silahkan lihat gambar. Tasyabbuh dengan Yahudi-Nasrani kok mengaku paling Sunnah? Kita terlalu sering disalahkan. Sekali-kali lah jadi senjata makan tuan,” kata Kiai Ma’ruf di akhir tulisannya. (Rokhim Nur).