Prosesi pemotongan tumpeng oleh Kepala Sekolah SD NU Pemanahan

Peringati Harlah ke-4, SD NU Pemanahan Gelar Ngaji Parenting dan Bakti Sosial

Posted on

PLERET, BANGKITMEDIA

Sabtu (15/2/2020), SD NU Pemanahan memperingati harlah ke-4 dengan menggelar ngaji parenting dan bakti sosial. Acara tersebut digelar di halaman SD NU Pemanahan yang beralamatkan di Gg. Durian, Kerto, Pleret, Kec. Pleret, Bantul, DI. Yogyakarta. Hadir dalam acara tersebut Ketua Dewan Komite Sekolah Dr. H. Imam Muhsin, M.Ag, Wakil Ketua Komisi D DPRD Bantul H. Yasmuri, S.Pd, M.Pd, Pengurus LP Maarif Bantul, Pengawas Sekolah Koordinator Pleret-Dlingo dan sejumlah kiai pengasuh pondok pesantren di Pleret.

Ketua Dewan Komite Sekolah Imam Muhsin dalam sambutannya menyampaikan bahwa memasuki tahun keempat, SD NU Pemanahan mengalami perkembangan yang signifikan.

“Saat ini, SD NU Pemanahan sudah memiliki anak didik 92 anak. Dengan rincian kelas satu 35, kelas dua 28, kelas tiga 13 orang dan kelas empat yang merupakan angkatan pertama berjumlah 16 anak,” ujar Imam Muhsin di  hadapan para hadirin.

Imam Muhsin juga menyampaikan bahwa saat ini, sudah ada 18 anak dari kuota 24 anak yang sudah dititipkan ke SD NU Pemanahan untuk tahun ajaran baru.

“Dengan animo yang besar ini, juga menjadi tantangan dan pemikiran tersendiri bagi kami sebagai pengelola,” ujarnya.

Paling tidak, lanjut Imam, kami meminta doa dan restu dari bapak ibu sekalian agar bisa menyediakan sarana dan prasarana untuk menyelenggarakan pendidikan.

“Mewakili panitia dan keluarga besar SD NU Pemanahan, kalau ada kekurangan dalam penerimaan dan penyambutan dari segi mana saja, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih bagi yang sudah membantu. Dan mohon maaf atas segala kekurangannya,” tegas Imam mengakhiri sambutannya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Bantul H. Yasmuri dalam sambutannya berjanji akan membantu pengurusan ijin SD NU Pemanahan.

“Urusan ijin SD NU Pemanahan, biar itu urusan saya sebagai wakil njenengan semua di Komisi D DPRD Bantul yang membidangi pendidikan, kesehatan, kesejahteraan masyarakat dan lain-lainnya. Saya targetkan, tahun ini ijin SD NU Pemanahan keluar,” tegas Yasmuri yang disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Tiga Cara

Ngaji Parenting di SD NU Pemanahan menghadirikan Ki Cak Coy Pathoknegoro sebagai pembicara. Di hadapan para wali murid dan hadirin, Ki Cak Coy membeberkan tiga cara mendidik anak di zaman now.

“Pertama, bersyukur. La in Syakartum la azidannakum. Barang siapa bersyukur, maka nikmatnya akan ditambah. Kalau ada anak sudah mau pegang buku, disyukuri. Jangan malah dimarahi, ‘pegang-pegang buku saja, tapi tidak dibaca,’ ampun ngoten,” kata Cak Coy, sapaan akrabnya.

Baca Juga >  Solidnya Pelantikan Pengurus Anak Ranting NU di Desa Srihardono Pundong

Kedua, lanjut Cak Coy, beri teladan kepada anak. Karena satu teladan lebih penting daripada seribu nasihat.

“Ketiga, jangan terbiasa ngerasani liyan. Karena geting iku nyanding. Kalau ada anak yang nakal, jangan dibenci, nanti malah anak bapak/ibu yang ketularan nakal,” tandas Cak Coy.

Cak Coy juga berpesan kepada orang tua wali agar mendidik anak-anaknya sesuai zaman saat ini. Orang tua harus update informasi-informasi terkini.

Selain mengadakan ngaji parenting, SD NU Pemanahan juga menggelar bakti sosial.

“Bakti sosial ini membagikan sembako kepada 35 warga yang kurang mampu di sekitar sekolahan,” ujar Kepala Sekolah SD NU Pemanahan Lutfi ditemui bangkitmedia di lokasi acara.

Lutfi berharap, di tahun keempat ini, masyarakat di sekitar sekolah ikut merasa memiliki SD NU Pemanahan.

“Ikut memajukan sekolahan. Dan harapannya SD NU Pemanahan bisa bersinergi dengan pondok-pondok di sekitar sini,” tandas Lutfi.

Tanggung Jawab Bersama

Pengurus Lembaga Pendidikan Maarif Bantul Nadhif  mengatakan bahwa SD NU Pemanahan adalah tanggung jawab bersama.

“Nggak mungkin, SD NU Pemanahan dibebankan kepada Komite Madrasah atau kepada guru-guru saja. Tidak bisa. Maka, masyarakat harus mendukung. Kebersamaan itu penting,” kata Nadhif.

Nadhif juga mengungkapkan kebanggaanya karena SD NU Pemanahan akan menerapkan program tiga bahasa kepada anak-anak didiknya.

“Selain itu, sebenarnya LP Ma’arif Kabupaten Bantul juga memiliki program tahfid. Minimal lulus SD Pemanahan, sudah hafal satu juz. Ini kontribusi real. Mencetak imam shalat satu,” tandas Nadhif.

Mudah-mudahan, lanjut Nadhif, di usianya yang keempat, SD NU Pemanahan akan mencetak generasi unggul, berkarakter, berkepribadian dan berakhlakul karimah.

“Atas nama pengurus LP Ma’arif NU Bantul, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada MWC NU Pleret dan jajaran keluarga besar SD NU Pemanahan,” tandas Nadhif.

Sementara itu, Pengawas sekolah koordinator wilayah Pleret-Dlingo Nur Hadi memberikan apresiasi setingi-tingginya kepada SD NU Pemanahan karena perkembangannya dari tahun pertama sampai sekarang semakin bagus. (Rokhim Nur)