kiai damanhuri

Mengapa Makan Sahur?

Posted on

KH Damanhuri, Katib Syuriah PCNU Bantul

Sahur adalah pembeda antara puasa kaum muslim dengan puasa ahli kitab, karena Allah Swt. membolehkan sahur bagi kaum muslim, dan mengharamkannya bagi ahli kitab, baik haram secara mutlak ataupun haram setelah mereka tidur sampai datang malam selanjutnya.

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ مُوسَى بْنِ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي قَيْسٍ مَوْلَى عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ *إِنَّ فَصْلَ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ*

Dari ‘Amr bin Al ‘Ash ( W. 43 H), ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya pembeda antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR. Abu Daud (w. 275 H)

Maka sahur sangat dianjuran bagi kaum muslim yang ingin berpuasa untuk melaksanakan sahur, selain sebagai pembeda dari ahli kitab, sahurpun memiliki banyak fadhilah juga penuh dengan keberkahan.

Baca Juga >  Hal-hal yang Dimakruhkan Saat Puasa Ramadan

Dalam kitab Fathul Baari, Imam Ibnu Hajar berkata bahwa keberkahan sahur adalah mengikuti Sunnah dan menyalahi ahlul Kitab, taqwa kepada Allah Swt. dengan beribadah, menambah semangat beramal dan mencegah akhlak yang buruk yang diakibatkan oleh kelaparan, menjadi sebab bersedekah kepada siapa yang meminta saat itu atau berkumpul bersama dengannya untuk makan, membuatnya berdzikir, berdo’a pada waktu-waktu dikabulkannya do’a, dan memperbaiki niat puasa bagi mereka yang melalaikannya sebelum tidur.

Fathul Baari, Imam Ibnu Hajar al-Asqolani

والله المستعان وعليه التكلان

Semoga Bermanfaat
Amiinn Yaa Robbal ‘Alamin

PP Nidaul Ummah Bantul