Melongok SMA Ma’arif Dagen, Sekolah Penyebar Paham Aswaja di Jantung Kota Yogya

Melongok SMA Ma’arif Dagen, Sekolah Penyebar Paham Aswaja di Jantung Kota Yogya

Posted on

Sekolah Ma’arif Dagen Yogyakarta. Lokasinya sangat strategis dan mahal: tepat di jantung kota Yogyakarta. Yakni di sebelah barat pusat pertokoan kawasan Malioboro yang kondang itu. Namun menemukannya tak semudah membayangkan di peta. Kita mesti masuk melalui Jalan Dagen 100 meter lalu belok ke selatan menyusuri gang sempit sepanjang 150 meter.

Dari pintu gerbang yang berukuran tiga meter, kita dapat melihat bangunan gedung yang terbilang sederhana. Berdiri di atas tanah 3.500 meter persegi dengan luas bangunan sepertiganya. Selain SMA, di lokasi ini juga berdiri SMP Ma’arif, menyatu dengan komplek Masjid Baitussalam. Ada selapang tanah yang menjadi pusat kegiatan upacara ataupun baris-berbaris siswa sekolah.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Kepala SMA Ma’arif, Drs. Roesmono mengungkapkan suka duka selama 35 tahun terakhir mengabdi di sekolah tersebut.

“Sekolah ini pindah di sini pada tahun 1984, sebelumnya berada di daerah Gondomanan,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu. Ia mengaku dirinya mulai mengajar di SMA Ma’arif pada 1985.

Saat ini, SMA Ma’arif memiliki 23 guru termasuk dua orang yang berstatus sebagai ASN.

“Dari segi materi pelajaran, sekolah kami tidak kalah, bahkan ditambah materi pelajaran berbasis Ahlussunnah wal Jamaah untuk menanamkan karakter rahmatan lil ‘alamin kepada peserta didik,” urainya.

Sekolah yang memiliki siswa kelas X-XII sejumlah 60 orang itu, juga dilengkapi ruang multimedia.

Baca Juga >  Peran Strategis Pemerintah Daerah dalam Kemajuan SD

“Terdapat 20 unit PC dilengkapi fasilitas internet yang dapat dimanfaatkan siswa dalam pembelajaran,” ungkap pria berwajah teduh ini.

“Kalau siswa terlihat bosan di dalam kelas, mereka kami ajak ke ruang multimedia untuk mengakses informasi sesuai minat masing-masing,” tambahnya.

Lalu berapa biaya yang harus dibayarkan untuk bersekolah di sini?

“Secara lengkap ada di brosur kami, dan dapat diangsur sampai tiga tahun,” ujar Roesmono. “Kalau soal tunggakan banyak siswa kami yang belum bayar SPP,” tandasnya sembari terkekeh. “Kalau ditotal bisa sampai kisaran 50 juta rupiah,” sambungnya lagi.

“Namun yang penting bagi kami dapat membentuk siswa dengan karakter Aswaja yang kuat, minimal mencintai para ulama yang merupakan pewaris para nabi,” imbuhnya.

Ditambahkan siswa SMA Ma’arif yang lulus dan hendak kuliah dapat melanjutkan di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta. “Di sana nanti bisa mendapatkan keringanan biaya,” jamin Roesmono. Info lebih lanjut dapat menghubungi 0895-3667-95534.

Keberkahan dan kebersahajaan memang terpancar kuat di sekolah ini. Hal itu semakin terlihat karena justru berdiri tepat di jantung kota Yogyakarta. (Bramma Aji Putra)