majalah bangkit juni 2017

Majalah Bangkit Edisi Juni 2017

Majalah Bangkit – Di dalam ayat Al-Qur’an, setiap perintah zakat atau juga dengan bahasa infak dan sedekah, itu hampir dibarengkan dengan perintah shalat. Bisa kita lihat umpamanya di surat Al-Baqarah ayat 3:

الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلاَةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُوْنَ

Di ayat itu ada keterangan tentang ciri-ciri orang bertakwa, diantaranya adalah orang-orang yang mendirikan shalat dan memberikan infak atas sebagian hartanya. Disinilah hampir setiap kali Al-Qur’an menyebut perintah shalat, lalu dibarengkan dengan perintah zakat, infak dan semacamnya.

Nah, dari situ dapat kita tangkap isyarat maknanya. Bahwa Al-Qur’an nampaknya ingin mengingatkan kepada manusia bahwa ada dua hal yang tidak bisa dipisahkan yakni hablum minallah melalui perintah shalat dan hablum minannas melalui perintah zakat, atau infak, atau sedekah. Dua hal ini adalah prinsip penting yang jangan sampai dipisahkan.

Lalu mungkin ada yang bertanya, mengapa sih perintah zakat selalu diulang-ulang di dalam Al-Qur’an? Ini tidak lepas dari konteks masyarakat Arab saat, baik di Makkah maupun Madinah. Saat itu Makkah adalah pusat uang, sekalipun daerahnya tandus dan tidak subur. Kalau sekarang kita bisa contohkan seperti Singapura, meski bukan daerah subur tapi disitu pusat uang. Makkah saat itu juga demikian, menjadi pusat layanan perdagangan dari berbagai negara. Umpamanya ada kurma dari Madinah, sebelum ke daerah lain singgah di Makkah dulu. Di Makkah kurma tersebut diolah dan dikemas sedemikian rupa sehingga daya jualnya naik. Umpamanya harga dari Madinah 10 real, begitu diolah di Makkah bisa mencapai 50 real. Ini hanya contoh untuk menggampangkan.

Baca Juga >  Majalah Bangkit Edisi Agustus - September 2017

Jadi, Makkah waktu itu adalah pusat  layanan jasa perdagangan dimana banyak pedagang masuk. Termasuk Rasululah saw saat itu juga berdagang, baik ketika bersama pamannya Abu Thalib, maupun ketika bersama Khadijah. Intinya, Makkah saat itu adalah pusat uang dimana banyak pedagang kaya dan para bangsawan berkumpul disitu. Tetapi disisi lain, meski Makkah adalah pusat uang, ternyata banyak juga orang-orang miskin disana. Bahkan disinyalir disitu terjadi perputaran uang yang tidak merata. Uang hanya bergulir di kalangan orang-orang kaya dan bangsawan saja.

Baca ulasannya di Majalah Bangkit edisi Juni 2017!

_

Hotline pemesanan & berlangganan majalah:
085775771926 ( Ichin )
089668307556 ( Udin )