Lawan Corona, PW GP Ansor DIY Sterilisasi Ratusan Masjid dan Fasilitas Umum

Lawan Corona, PW GP Ansor DIY Sterilisasi Ratusan Masjid dan Fasilitas Umum

Posted on

YOGYAKARTA, BANGKITMEDIA

Beberapa waktu lalu, Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengeluarkan surat instruksi kepada seluruh pengurus Ansor di semua tingkatan berkaitan dengan wabah covid-19.

Salah satu point dalam surat instruksi tersebut adalah agar para pengurus, baik secara mandiri atau bekerja sama dengan pihak lain mengadakan kegiatan penyemprotan disinfekten di masjid/mushalla, pesantren, majelis taklim, lembaga pendidikan NU dan kantor-kantor NU/GP Ansor/Badan Otonom NU.

Merespon surat intruksi tersebut, Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor DIY bergerak cepat. Selama tiga hari, dimulai hari Sabtu-Senin, PW GP Ansor melaksanakan kegiatan sterilisasi di ratusan masjid dan fasilitas umum yang ada di seluruh wilayah DIY.

“Team sudah dibentuk di semua PAC GP Ansor (kecamatan) yang melibatkan ratusan anggota Ansor Banser dipimpin langsung oleh Ketua PW GP Ansor DIY Sahabat Syaifudin Al Gozalie beserta jajaran Pengurus dan Komandan Satkorwil Banser DIY Sahabat Nurwahid beserta jajarannya,” kata Sekretaris PW GP Ansor DIY Hasan Syaifullah.

Kegiatan ini, lanjutnya, akan terus dilaksanakan sampai batas waktu yang belum ditentukan!

“Karena sterilisasi tidak bisa bersifat permanen, kepada semua takmir masjid dan pengelola fasum untuk menyediakan hand soap atau hand sanitizer guna antisipasi selanjutnya, selain itu untuk karpet harus segera digulung dan disimpan,” tegasnya.

Baca Juga >  Jawab Tantangan Era Disrupsi, AIAT Selenggarakan Annual Meeting Ke-4 di Yogya

Hasan juga berpesan agar masyarakat tidak panik.

“Tetapi harus tetap waspada dengan menjalankan apa yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Kita hadapi Covid-19 dengan kesadaran pribadi menerapkan pola hidup sehat dan selalu menjaga Kebersihan,” tandas Hasan.

Sementara itu, Ketua PW GP Ansor DIY Syaifuddin Al Ghozalie yang terjun langsung dalam proses sterilisasi menceritakan pengalamannya.

“Hari Ahad (22/3/2020), saya merasakan langsung menjadi relawan. Sengaja memilih di daerah pusat Kota Jogja seputaran Malioboro di Kec Danurejan dan Jetis. Dedikasi yang luar biasa tidak ada ketua tidak ada komandan karena menyatu dalam program sterilisasi masjid. cancut taliwondo,” ujar Kang Udin sapaan akrabnya. (Rokhim Nur)