kiai hamid

Kiai Hamid Pasuruan Akui Kewalian Kiai Maimoen Sarang

Posted on

Di era orde baru, partai politik masih berjumlah tiga; PPP, Golkar & PDI. Saat itu, ada seorang tamu berkunjung sowan ke Hadlrotu Syaikhina Maimoen Zubair Dahlan, Sarang. Tamu ini sebelumnya adalah salah satu orang yang ikut berjuang di PPP, namun kemudian pindah haluan masuk ke partai lain.

Sesampainya di kediaman Mbah Moen dan bertemu dengan Beliau, Mbah Moen berkata kepadanya:

“Awakmu meto teko PPP…?! Entek donyamu!!!
(Engkau keluar dari PPP…?! Habis hartamu!!!)

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

Tak berselang lama dawuh Mbah Moen ini menjadi kenyataan dalam kehidupan sang tamu.

Merasa bingung dengan kondisinya yang berubah drastis, ia lalu berkehendak sowan ke Hadlrotusysyaikh Abdul Hamid, Pasuruan, memohon doa dan solusi. Sampailah ia di kediaman Mbah Hamid, Pasuruan. Tatkala awal berjumpa, Mbah Hamid berkata kepadanya:

“Lapo sampean mrene…!? Kono… Nang Kyai Maimoen, Wali Nom!!!”
(Ada apa kamu kesini…!? Sana… Ke Kyai Maimoen, Waliyullaah muda!!!”)

Baca Juga >  Ini Rahasia Lahirnya Karomah Mbah Maimoen Zubair

Segera ia pun berpamitan pulang, sesampainya di Tuban ia mampir ke Makam Sunan Bonang untuk berziarah dan berisitirahat.

Kemudian ia lanjutkan perjalanan ke Karangmangu Sarang. Sesampainya ia langsung sowan ke Hadlrotusysyaikh Maimoen Zubair. Tatkala sowan dan bertemu dengan Mbah Moen, Beliau berkata kepadanya:

“Awakmu balik PPP…!? Balik donyamu!!!”
(Engkau kembali ke PPP…!? Kembali pula hartamu!!!)

Tak berselang lama, kehidupannya pun berangsur kembali normal menjadi sedia kala.

*Cerita ini saya (أحمد فخر الرازي) dapat dari Kakak Ipar sekaligus Guru Saya H. Abdul Ghoni, Paciran Lamongan. Beliau langsung dari Sang Tamu (Shohibul qishshoh) tersebut tatkala kebetulan duduk bersebelahan sekursi, sama-sama sowan kepada Hadlrotususyaikh Maimoen Zubair.

Penulis: Ahmad Fakhruz Rozi.