Gus Yusuf Tegalrejo

Ingin Memiliki Anak Cerdas? Ini Doa dari Gus Yusuf Tegalrejo

Posted on

Anak-anak kita tergantung orang tuanya. Kalau diarahkan ke lembaga NU, maka insyaallah tetep NU. Asal orang tuanya tegas, anak itu nurut. Sebab anak itu belum saatnya dikasih pilihan. Tapi orang tua yang menentukan masa depan pendidikan anaknya. Hanya saja saat ini zaman “kebo nusu gudel”. Yakni banyak orang tua yang kalah oleh anaknya.

Demikian disampaikan KH Yusuf Chudlori, Tegalrejo, dalam acara Pengajian Syawalan dan Pelantikan Pengurus MWC NU – PAC Muslimat NU Kecamatan Bantul Masa Khidmat 2018 – 2023, Rabu malam (10/7/2018). Pada kegiatan yang diselenggarakan di halaman Masjid Agung Manunggal Bantul tersebut, Gus Yusuf, sapaan akrab beliau, mengajak orang tua agar mengembalikan pendidikan anak-anaknya ke pesantren-pesantren.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

“Seenak-enaknya orang tua saat ini, yakni orang tua yang punya anak di pesantren. Pasrah saja sama kiai. Dari pagi sampai pagi lagi, diasuh kiai. Orang tua sudah ayem. Tinggal mendoakan anak-anaknya, mencari biayanya, dan kebutuhan lain,” tutur Gus Yusuf.

Baca Juga >  Tawassul Dengan Nabi Muhammad Ketika Hidup atau Sudah Wafat

“Doa ibu terutama, itu yang makbul. Sebab, doanya ibu terhadap anaknya itu seperti doa Nabi kepada umatnya. Seperti apa doanya? Tiap-tiap malam silakan baca Al-Fatihah 21x, syukur-syukur 41x. Ingat, 41x. Kirimkan untuk si anak. Insyaallah anaknya akan memiliki hati yang terang, mudah dinasihati, mudah dalam belajar,” lanjut salah satu pengasuh Pesantren API Tegalrejo Magelang Jawa Tengah tersebut.

Gus Yusuf juga mengingatkan agar di dalam memondokkan anak, tidak sembarang pondok. Tetapi pondok yang kiai-nya NU. Bukan pondok yang tidak jelas nasab keilmuannya.

“Sebab saat ini banyak pondok yang gratis, gedungnya bagus, pengajarnya lulusan timur tengah, orang tuanya juga diberi bantuan. Tapi di dalamnya menyimpang dari NU. Hafal Qur’an, tapi tidak mau sekedar membacakan yasin untuk orang tuanya. Ini harus hati-hati,” pungkas Gus Yusuf. (An/Icin)

gus yusuf magelang