masjid di pundong

Dua Masjid di Panjangrejo Pundong Telah Berumur Lebih dari 1 Abad

Posted on

Ada masjid yang telah berumur lebih dari satu Abad, yakni Masjid Al-Hidayah di Dusun Jamprit dan Masjid Al-Mukminin di Dusun Gedangan, kedua masjid itu dibangun pada tahun 1918.

Selasa, 7 Januari 2020. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PR-NU) Desa Panjangrejo Kecamatan Pundong menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengurus Ranting dan Anak Ranting NU se-Panjangrejo. Kegiatan dilakukan di Dusun Kantongan-Nglembu, Panjangrejo, Pundong, Bantul.

Tujuan umum kegiatan tersebut yakni sebagai media silaturahmi, koordinasi, dan konsolidasi antar Pengurus Ranting dan Anak Ranting NU se-desa Panjangrejo.Dalam pidato sambutannya, Ketua PR-NU Panjangrejo, Bpk. Fauzan Lutfiyanto, menyampaikan bahwa acara koordinasi penting sebagai evaluasi organisasi, sekaligus memutkhirkan data-data sosial lingkungan NU misalnya data kemasjidan, data Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) di masing-masing dusun, sekaligus bagaimana langkah lanjut atas hasil Safari Turba (Turun ke Bawah) yang telang dilakukan PR-NU Panjangrejo di seluruh dusun pada bulan Desember 2019 kemarin.

“Salah satu target yang kita canangkan adalah di tahun 2019 akan dibentuk kepengurusan Anak Ranting NU berkedudukan dalam basis warga NU di tingkat dusun di wilayah Desa Panjangrejo. Al Hamdulillah, terpenuhi. Saat ini telah ada 17 Anak Ranting NU (AR-NU). Dari total 16 Dusun di Panjangrejo telah terbentuk 17 Pengurus AR-NU, untuk Dusun Jamprit dibentuk dua AR-NU karena wilayah ini ada dua masjid yang jaraknya berjauhan dan memiliki telah berjalan kegiatan ketakmiran masing-masing, di Masjid Klegen dan masjid Jamprit.” Kata Fauzan Lutfiyanto.

“Sebelumnya, kami Pengurus Ranting sudah menyiapkan blanko formulir yang kemudian divalidasi bersama dalam pertemuan Turba di masing-masing dusun bulan Desember lalu. Dari sana, kami memperoleh rekapan diharapkan sebagai pusat data untuk MWC-NU Pundong. Di Panjangrejo terdapat 20 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), 17 TPQ dalam naungan jam’iyah Nahdlotul Ulama, dan 3 TPQ dalam afiliasi Persyarikatan Muhammadiyah.

Pada saat Turba, kami juga menemukan fakta-fakta unik dan penting. Ada dua masjid yang telah berumur lebih dari satu Abad, yakni Masjid Al-Hidayah di Dusun Jamprit dan Masjid Al-Mukminin di Dusun Gedangan. Masjid yang berusia sangat tua itu menurut takmirnya telah dibangun pada masa kolonial Belanda. Kami mencoba mengulik di portal Sistem Informasi Masjid Seluruh Indonesia (http://simas.kemenag.go.id/), di laman ini, kedua masjid tersebut tercatat didirikan pada tahun 1918.” Demikian penjelasan Fauzan Luthfiyanto.

Purwanto, Bendahara PR-NU Panjangrejo yang kebetulan warga Dusun Jamprit, mengutarakan bahwa Masjid Al Hidayah Jamprit sangat mungkin ada sejak zaman penjajah Belanda, sebab Masjid Al Hidayah adalah ‘masjid tiban’–secara harfiah artinya jatuh dari langit.

“Masjid sudah ada dari zaman  dahulu, warga yang bermukim di sekitaran masjid tidak mengetahui persis kapan masjid ini dibangun. Masjid sudah ada sejak dahulu dan warga yang tinggal di sekitaran masjid merupakan ank-cucu dari simbah-mbuyut mereka yang hidup semasa dewasa pada era Jepang datang ke Indonesia, dan itu bisa jadi leluhur sebelumnya sudah ada sejak zaman Belanda,” tegas Purwanto.

Baca Juga >  Luar Biasa Sayangnya Rasulullah Kepada Para Marbot Masjid

Wakil Direktur LazisNU Pundong, Bpk. Hafidz Masturi Ali menyampaikan, Lazis-NU ikut mendukung kegiatan safari Turba PR-NU Panjangrejo. LazisNU ikut menitip-bagikan kalender 2020 yang diberikan kepada jama’ah Nahdlotul Ulama kecamatan Pundong. LazisNU telah mencetak 2000 eksemplar kalender, sejumlah 1050 eksemplar telah didistribusikan kepada warga Panjangrejo bersamaan kegiatan Turba dilakukan PR-NU Panjangrejo. Sedangkan, sisanya dialokasikan untuk Desa Seloharjo dan Srihardono.

“Kegiatan safari Turba ini bagus dan penting. Pertama, bisa menguatkan jamaah NU se-Panjangrejo, bagaimana mendorong semua PAR-NU untuk melakukan pendataan jama’ah warga NU di wilayahnya masing-masing, termasuk kegiatan-kegiatan majlis taklim yang sudah rutin berjalan. Kedua,soal data aset. Memutakhirkan data-data aset jamaah NU di masing-masing wilayah Anak Ranting, yang meliputi data-data masjid/mushola, lembaga-lembaga pendidikan (TK/RA, SD/MI, dan TPQ).

Data-data yang telah terkumpul di PR-NU Panjangrejo, nantinya akan dihimpun oleh Tim IT-MWC dan direkap sebagai bagian kegiatan kepengurusan ke MWC-NU Pundong. Patut diketahui juga di Kecamatan Pundong dihuni oleh 7.675 KK. Jumlah keseluruhan penduduk Kecamatan Pundong adalah 32.950 orang dengan jumlah penduduk laki-laki 15.898 orang dan penduduk perempuan 17.052 orang. Nah, dalam kaitannya dukungan LazisNU Pundong yang  membagikan kalender sejumlah 2000 eksemplar untuk para warga nahdliyin, artinya belum seluruh warga memperoleh kalender. Ya semoga bisa ditingkatkan di tahun-tahun berikutnya dengan ditambah oplah cetak kalender.” Demikain ungkap Bpk. Mustafied Amna, MH, ketua MWC-NU Pundong

Rapat koordinasi tersebut dihadiri juga oleh pengurus MWC-NU, LazisNU, Koord-Wilayah NU-Koin, perwakilan pengurus Anak Ranting (PAR-NU) masing-masing dusun, juga Badan-badan Otonom (Banom) Ansor-Banser. Acara rapat koordinasi tersebut secara resmi dimulai pukul 20.00Wib dan ditutup pada jam 23.50 Wib.

*Kontributor: Markaban Anwar.