mbah marzuqi giriloyo

Detik-Detik Menjelang Kiai Marzuqi Giriloyo Wafat

Posted on

Tahun 1991, tujuh tahun sebelum reformasi, Kiai Marzuqi Giriloyo wafat. Kiai Marzuqi wafat di usia 90 tahun. Sebagai seorang yang terkenal kewaliannya, Kiai Marzuqi seolah tahu kalau akan segera meninggalkan dunia dan kembali ke pangkuan Tuhannya. Banyak peristiwa-peristiwa aneh atau di luar nalar manusia (baca: khariqul adah) yang terjadi jelang meninggalnya Kiai Marzuqi.

Sebulan sebelum meninggal, Kiai Marzuqi memanggil putra-putranya yakni Kiai Asyhari Marzuqi (Pendiri Pesantren Nurul Ummah Kota Gede), KH. Habib Marzuqi (Wates Kulonprogo), Kiai Masyhudi, Kiai Ahmad Zabidi (Pengasuh Pesantren Ar-Ramli, Bantul) dan Hj. Siti Hannah.

Info Peluang Usaha Depot Air Minum Isi Ulang by INVIRO

“Saya mau membuat makam. Tolong bahan-bahannya dibelikan ya,” ujar Kiai Zabidi menirukan ucapan Kiai Marzuqi 27 tahun yang lalu.

Mendengar hal tersebut, anak-anaknya hanya bisa heran dan setengah tak percaya.

“Jadi semua bahan-bahan seperti besi, bata dan lain sebagainya sudah diperhitungkan dengan tepat oleh Mbah Marzuqi. Kami anak-anaknya hanya menuruti saja dan membelikannya. Itu persis satu bulan sebelum beliau wafat,” ujar Kiai Zabidi melanjutkan ceritanya.

Baca JugaIkuti Saran Mbah Marzuqi, Pengusaha Bangkit dari Kebangkrutan

Yang paling berkesan bagi saya pribadi, ungkap Kiai Zabidi, jelang sakaratul maut, Mbah Marzuqi yang awalnya berbaring di atas tempat tidur kemudian duduk. Seperti orang sehat.

“Waktu itu pagi jam sembilan, Pak Habib dan Pak Hari yang menunggui,” jelas Kiai Zabidi.

Setelah itu, menurut penuturan Kiai Zabidi, Mbah Marzuqi berkata kepada putra-putranya yang sudah berkumpul menungguinya,

“Ayo, kalian semua mengikuti syahadat yang saya ucapkan,” kata Kiai Marzuqi ketika itu.

Kiai Marzuqi lalu membimbing putra-putranya untuk membaca syahadat sebanyak 24 kali. Pada syahadat yang ke-24, Kiai Marzuqi lalu kembali terbaring. Melihat hal itu, anak-anaknya menangis semua.

“Tidak usah menangis,” pesan Kiai Marzuqi kepada anak-anaknya. Setelah terbaring kembali, Kiai Marzuqi menghembuskan nafas terakhirnya. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Akhirnya wafatlah salah satu Trio Wali Tanah Jawa yang pernah disebutkan oleh Gus Miek.

Baca Juga >  Tiga Model Kematian Menurut Gus Muwafiq Yogya

“Itu yang paling berkesan bagi saya. Biasanya orang yang sehat itu membimbing orang yang sakaratul maut untuk membaca syahadat. Mbah Marzuqi malah sebaliknya. Beliau yang membimbing kami yang masih sehat untuk membaca syahadat,” ungkap Kiai Zabidi sambil berkaca-kaca mengingat peristiwa yang terjadi 27 tahun silam tersebut.

Keanehan-keanehan tidak berhenti begitu saja. Pagi harinya, sebelum jenazah Kiai Marzuqi dikebumikan, banyak santri-santrinya yang dari jauh datang ke kediaman Kiai Marzuqi. Padahal keluarga sama sekali tidak memberitahu perihal wafatnya Kiai Marzuqi kepada mereka.

Baca JugaIni Bukti Cinta Masyarakat Gunungkidul Kepada Kiai Marzuqi Giriloyo

Ketika sampai di kediaman Kiai Marzuqi, para santri tersebut kaget dan seolah tak percaya melihat Kiai Marzuqi sudah wafat.

“Semalam saya mimpi didatangi Kiai Marzuqi. Beliau menyuruh saya datang ke sini dengan membawa mie. Karena katanya, beliau ingin makan mie. Setelah sampai sini, malah beliau sudah wafat,” ungkap salah seorang santri Kiai Marzuqi yang datang dari jauh.

Ternyata, kata Kiai Zabidi, bukan hanya satu orang saja yang mimpi didatangi Kiai Marzuqi pada malam hari sebelum Kiai Marzuqi wafat.

“Mimpinya pun sama. Disuruh datang ke sini semua,” kata Kiai Zabidi.

Menurut penuturan Kiai Zabidi, malah ada yang mimpi mulutnya diberi lafal Allah oleh Kiai Marzuqi.

“Orang ini orang wates. Awalnya tidak mau beribadah. Setelah mimpi itu, ia kemudian rajin beribadah,” cerita Kiai Zabidi.

Ada juga orang yang mimpi diajari Kiai Marzuqi mengaji Surat Alam Nasyroh.

“Bangun-bangun, orang ini bisa mengaji dengan fasih dan lancar,” kata Kiai Zabidi.

Semua mimpi itu terjadi di malam yang sama. Malam sebelum Kiai Marzuqi wafat pada pagi harinya. Subhanallah. Al-Fatihah.  (rk/md/an)