china dan amerika serikat

China Cabut Status Lockdown, AS Positif 43.925 Jiwa dan 547 Jiwa Meninggal

Posted on

Kita masih berada di tengah pusaran badai Covid 19. Sampai jam 12 malam, di seluruh dunia, jumlah yang terinveksi 395.657 jiwa , meninggal dunia 14.241 jiwa.

China sudah bisa mengendalikan situasi, epicentrum virus pertama virus propinsi Hubei yang berpenduduk 60 juta itu, sudah mencabut status lockdown, kecuali ibu kota Wuhan. Kerja keras, disiplin tinggi, pemerintah yang tegas menyelamatkan warganya, hampir keluar dari musibah.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

Sebaliknya, Amerika Serikat menurut WHO diramalkan akan menjadi epicentrum covid 19 yang baru. Sampai jam 12 malam tadi, jumlah manusia di AS yang terinfeksi berjumlah 43.925 jiwa dan yang meninggal 547 jiwa. Gubernur New York Andre W Cuomo sampai mendesak pemerintah federal untuk menerapkan “defence production Act“ agar bisa mengeluarkan stock perlengkapan yang dubutuhkan (al ventilator / alat bantu pernafasan sekitar 14000).

Gubernur New York juga mengatakan kecenderungan Covid 19 masih terus meningkat. Dalam keadaan seperti itu ada perdebatan tingkat tinggi, Presiden TRUMP dengan santai mengatakan agar penduduk New York melakukan “self Carantina“ dan dengan ringannya DIA menyatakan akan membuka kembali negaranya dengan mudah.

Pernyataan itu disayangkan oleh para ahli kesehatan. Pak Presiden sampeyan menjadi bersikap terlalu “ fleksible“.
Setiap negara punya cara masing masing yang berbeda, China dengan “cara keras”, Amerika sebaliknya, tergantung situasi dan kebijakan pemimpinnya.

Kita semua warga bangsa, sebaiknya mengikuti upaya yang dilakukan pemerintah dan juga tetap bedoa agar keadaan di tanah air semakin baik dan covid 19 bisa diatasi secepatnya. Politisasi virus hendaknya dihindarkan dan kritik – masukan serta keluhan warganya bisa ditanggapi secara bijak. Insya, April wabah mulai menurun, Insya Allah. Amien.

Rabu, 25 Maret 2020.

Baca Juga >  Jangankan Kiai, Sahabat Nabi Saja Terkena Virus Ganas

Penulis: KH As’ad Said Ali, Wakil Ketua Umum PBNU 2010-2015.