Berbagai Peristiwa Yang Menyebabkan Masjidil Haram di Tutup dan Haji Ditiadakan

Berbagai Peristiwa Yang Menyebabkan Masjidil Haram Ditutup dan Haji Ditiadakan

Posted on

Penutupan Masjidil Haram dan Penghentian Haji dan Umrah pernah beberapa kali terjadi. Catatan sejarah memperlihatkan penutupan ibadah haji pernah dilakukan. Otoritas di Mekkah dan Madinah pada saat itu pernah meniadakan ibadah haji sekitar 40 kali. Berikut ini adalah sebagian fakta sejarah penutupan Masjidil Haram dan Ka’bah, serta dihentikannya ibadah umrah dan haji, yang tercatat dalam sejarah.

1. Tahun 865
Terjadi pembantaian jamaah haji di Arafah oleh Ismail bin Yusuf al-Alawi. Sehingga kemudian Ka’bah ditutup.

KLIK DISINI untuk mengirim WA (tanpa harus menyimpan nomor terlebih dahulu) ke Call Center NU Care LAZISNU DIY, untuk konsultasi/tanya-tanya.

2. Qaramithah mencuri Hajar Aswad Tahun 930.
Pimpinan Qaramithah, Abu Thahir Al Qaramithi, salah satu sekte syi’ah Islamiyah saat itu mendatangi Makkah bersama para pengikutnya pada musim haji. Mereka membunuh jemaah haji yang sedang beribadah, dan mengambil bongkahan hajar aswad serta pintu Ka’bah untuk dibawa ke al-Ahsa (Hasa). Dan selama 10 tahun, ibadah haji dan umrah dilarang oleh dinasti Qaramithah yang berbasis di al-Ahsa, Hejaz sebelah timur, dengan mengirim pasukan yang bertugas menyiksa jamaah haji dan umrah yang datang dari manca negara. Pasukan Qaramithah juga memblokir jalan dari arah Syam (Siria, Yordania, Palestina, Lebanon) dan juga Yaman untuk mencegah jamaah haji yang datang dari arah tersebut. Qaramithah meyakini bahwa ibadah haji merupakan praktek ibadah jahiliyah yang sudah ada sejak Nabi Ibrahim, yang harus dihapuskan.

Batu mulia hajar aswad dan pintu Ka’bah baru dikembalikan 22 tahun dan dipasang kembali di Ka’bah atas upaya dinasti Abbasiyah pada tahun 950, dengan imbalan 120.000 dinar emas saat itu (sekitar 300 Milyar rupiah sekarang).

3. Perselisihan Bani Abad dan Bani Abid tahun 983. Selama 8 tahun, muslimin dari Irak dilarang berhaji.

4. Tahun 1257 penduduk Hijaz dilarang berhaji.

5. Tahun 1320-an.
Ulama lain juga menjelaskan bahwa di tahun 749 H di Makkah pernah terdapat wabah Tha’un. Namun, pernyataan ini dibantah oleh al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani bahwa di tahun tersebut yang menimpa Makkah bukanlah Tha’un, melainkan wabah lain yang tidak berbahaya layaknya Tha’un.

6. Wabah Tha’un tahun 1814.
Di wilayah Hijaz tahun 1814 sekitar 8.000 korban meninggal dunia akibat wabah Tha’un yang membuat ka’bah ditutup sementara. Sehingga kawasan Masjidil Haram pun ditutup untuk sementara demi mencegah penyebaran lebih luas wabah tersebut.

7. Wabah Hindi, tahun 1831
Pada tahun ini telah terjadi wabah penyakit yang dipercaya berasal dari India. Saat itu sekitar tiga perempat jamaah haji meninggal dunia. Oleh karenanya kawasan Kakbah ditutup untuk sementara waktu.

Baca Juga >  Virus Corona dan Tasbih Kiai Fawaid As'ad Situbondo

8. Wabah epidemi tahun 1837. Diduga Kolera selama 3 tahun.

9. Wabah epidemi tahun 1846. Pada tahun tersebut telah terjadi wabah Kolera yang menyebabkan ditiadakannya ibadah haji, dan umat Islam saat itu tidak bisa berangkat ke Tanah Suci. Wabah ini pun berulang pada 1850, 1865 dan 1883 Masehi.

10. Epidemi kembali terjadi pada 1858 yang menyebabkan penduduk Hijaz mengungsi ke Mesir.

11. Di tahun 1864, 1.000 peziarah meninggal perhari karena wabah yang sangat berbahaya. Saat itu karantina diberlakukan dengan bantuan dokter yang dikirim dari Mesir.

12. Kematian karena kolera tahun 1892.
Kemudian wabah kolera pada tahun tersebut masih mewabah di Tanah Suci dan bertepatan dengan musim haji. Saat itu kondisi semakin parah karena penularan menyebar begitu cepat. Setiap harinya korban jiwa berjatuhan sehingga jenazah menumpuk. Kematian akibat wabah ini meningkat di Arafat dan puncaknya di Mina.

13. Tahun 1895 juga terjadi wabah typus yakni pandemi yang mirip demam tifoid atau disentri terindikasi dari konvoi dari Madinah.

14. Tahun 1957. Pemerintah Arab Saudi melarang jamaah haji dari India dan Pakistan dan sejumlah negara lain yang sedang terjangkit kolera. Pelarangan itu bertujuan agar wabah tersebut tidak terbawa ke tanah suci.

15. Tahun 1979.
Masjidil Haram ditutup total selama 3 pekan pada masa akhir musim haji, dikarenakan pemberontakan yang dilakukan oleh Syaikh al-Juhaiman al-Utaibi, yang menyerang Masjidil Haram pada tanggal 20 November 1979, dan kemudian menjadikannya sebagai benteng pertahanan. Penutupan tersebut bertujuan untuk memudahkan serangan balik dan merebut kembali Masjidil Haram dari Juhaiman dan pasukannya. Arab Saudi (dengan bantuan agen Perancis dan Inggris) baru dapat melumpuhkan Juhaiman dan menguasai kembali Masjid pada tanggal 4 Desember 1979, setelah selama 14 hariu penuih terjadi pertempuran hebat di kompleks Masjidil Haram.

16. Wabah Meningitis tahun 1987.
Tahun 1987, wabah meningitis yang menyerang Arab Saudi membuat kegiatan berhaji ditutup. Saat itu, sebanyak 10.000 jemaah haji terinfeksi.

17. Tahun 2020 Ditutup Sementara karena Virus Corona
Dalam rangka menjaga kebersihan Dua Masjid Suci untuk menghindarkan dari penyebaran virus Corona, Dua Masjid Suci (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) dilakukan pembersihan dan sterilisasi. Namun penutupan sementara dua masjid suci itu dilaksanakan diluar waktu sholat.

Lereng Gunung Merapi, Rabu 1 April 2020, 23.03 WIB

Penulis: Muhammad Sholikin, Boyolali