Bagaimana Siksa Bagi yang Menyebar Berita Bohong?

KH Fajar Abdul Bashir, Pengasuh Pesantren Ar-Risalah Bantul dan Ketua LBM PWNU DIY

Dunia ini pancen aneh, untuk menarik simpatik sampai berbohong kepada Allah, Rasul, dan kaum muslimin. Bagaimana tidak, setiap ada peristiwa dapat dipastikan akan berseliweran berita bohong dan gambar hoax.

Dulu ada mayat tersenyum, ada mayat berbau wangi, ada mayat masih utuh, sekarang ada korban gempa pakai tasbih, ada foto hoax relawan sedang membantu, dll. Ada pula pesan berantai lewat WA dan diakhir kata ada pesan agar menyebarkannya. Ini merupakan cara yang dipakai propaganda di Timur Tengah untuk mencuci otak masyarakat. Sehingga banyak masyarakat yang terpengaruh dan terjadilah saling membunuh dengan keyakinan berdasarkan gambar dan berita hoax.

Tahukah anda, bagaimana siksa bagi yang menyebar berita bohong?

Imam Bukhori meriwayatkan: Suatu malam Rasulullah pernah bermimpi melihat seseorang yang tidur telungkup. Kemudian datang seorang membawa pengait besi, mengaitkannya ke mulut orang yang tidur telungkup itu lalu menariknya sampai tembus ke lehernya. Kemudian ia mengaitkan besi itu ke matanya, lalu menariknya dengan keras sampai merobek kedua matanya hingga bagian tengkuknya.

Baca Juga >  Seorang Santri Saksikan Keakraban Syaikhona Kholil dengan Nabiyullah Khidir AS

Rasulullah Saw bertanya siapakah lelaki yang disiksa itu ? Lalu dikatakan kepada Rasulullah Saw :

الَّذِى رَأَيْتَهُ يُشَقُّ شِدْقُهُ، فَكَذَّابٌ يَكْذِبُ بِالْكَذْبَةِ، تُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى تَبْلُغَ الآفَاقَ، فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
و في رواية إنه الرجُل يَغدو مِن بيته فيكذبُ الكذبة تبلُغ الآفاق

“Ia adalah seseorang yang berbohong dengan satu kebohongan, kemudian kebohongan itu disebarkan hingga sampai ke senggala penjuru.. “.