Gus Miek dan Rahasia Gaya Rambut Istrinya

40 Hari Istri Gus Miek: Kisah Karomahnya yang Sudah Tak Bisa Disembunyikan Lagi

Posted on

Ibu Nyai Lilik Suyati Hamim Djazuli, dikenal dengan nama Ibu Nyai Lilik. Beliau istri Gus Miek, ulama’ dengan gaya dakwahnya yang khas dan nyentrik. Ibu Nyai Lilik wafat pada Ahad 6 Oktober 2019 M / 7 Shofar 1441 H. Saatnya wafatnya tersiarkan di media sosial, santri dan masyarakat berduyun-duyun datang ke Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ibu Nyai Lilik.

Ibu Nyai Lilik pada awalnya bukanlah perempuan yang lahir dari tradisi pesantren. Ibu Nyai Lilik dulunya adalah seorang pemain tenis meja yang handal, bahkan sering diajak lomba-lomba yag berkaitan dengan olahraga.
Ibu Lilik ini tidak pernah mondok atau sekolah yang ada hubungannya dengan pelajaran agama Islam.

Walaupun demikian, Gus Miek mencintainya dan akhirnya menikahinya. Malam pertama sampai malam ke 30,Ibu Nyai Lilik tidak pernah keluar kamar. Itu merupakan kemauan dari Gus Miek. 30 hari di kamar tidak boleh bertemu dengan siapapun kecuali dengan Gus Miek sendiri.

Apabila beliau lapar, makanan akan diantarkan ke kamarnya dan segala kebutuhan disiapkan oleh Gus Miek. Ini adalah cara Gus Miek mengajari istrinya 30 hari diajarkan ilmu-ilmu agama dan 30 hari pulalah Nyai Lilik menghafal Al-Quran 30 juz.

Bu Nyai Lilik sangat berubah setelah menikah dengan Gus Miek. Beliau yang awalnya hanya seorang wanita biasa pemain tenis meja yang tidak mengerti kaitannya dengan ilmu-ilmu agama menjadi mengerti ilmu-ilmu agama karena diajari oleh Gus Miek.

Gus Miek dan Bu Nyai Lilik dikaruniai enam anak empat putra dan dua putri. Di antaranya ialah H.Agus Tajjuddin Heru Cokro, H.Agus Sabuth Pranoto Projo, Agus Tijani Robert Syaifunnawas, H.Agus Orbar Sadewo Ahmad, Hj. Tahta Alfina Pagelaran, Ning Riyadin Dannis Fatussunnah.

Baca Juga >  Pernikahan Anak dan Poligami, Benarkah Sunnah Nabi?

Rahasia Rambut Istri Gus Miek

Dikisahkan juga, suatu saat Gus Miek hendak pergi ke satu tempat untuk menghadiri undangan di desa sebelah. Nyai Lilik yang selama menjadi istri Gus Miek jarang diajak keluar bersama, ingin ikut mendampingi sang suami, Gus Miek ke acara undangan tersebut. Akhirnya Gus Miek pun setuju dan mengajak Nyai Lilik menghadiri undangan tersebut.

Rasa bahagia yang tak terkira dan senangnya hati Nyai Lilik bisa keluar dengan sang suami, Gus Miek. Beliaupun berdandan secantik mungkin karna itu pertama kalinya bisa keluar bersama dengan suami Beliau. Memakai konde, berjilbab, dan memakai baju yang paling bagus sampai lama Nyai berdandan.

Karena begitu lamanya Nyai Lilik berdandan, Gus Miek merasa jenuh menunggu istri Beliau, lalu di panggillah Nyai berkali-kali namun Nyai tetap belum keluar. Lalu setelah Gus Miek lelah menunggu, Gus Miek menyusul Nyai Lilik masuk ke kamar. Kemudian Gus Miek meniup kepala istrinya yang sedang asyik berdandan. Setelah kejadian itu sampai sekarang, rambut Mbah Nyai Lilik Suyati tetap tak bisa berubah seperti sedia kala.

Itulah sosok Gus Miek. Karomahnya Gus Miek dan istrinya selalu dikenang sepanjang masa.