mahar politik
Politik

Waspada! Mahar Politik Itu Haram

Oleh: Jamal Ma’mur Asmani, Peserta Konferwil ke-15 PWNU Jateng

Dalam Bahtsul Masail Waqiiyyah dengan mushahhih KH M Aniq Muhammadun, KH Raghib Sarang, dan KH Dr. Fadlolan Musyaffa’ di Konferwil NU Jateng (Sabtu malam Ahad, 07 Juli 2018) kemarin, diputuskan beberapa hal penting. Salah satunya tentang mahar politik.

Mahar politik apapun bentuknya adalah haram karena termasuk risywah (suap) yang diharamkan.

Hadits yang sangat populer:

لعن الله الراشي والمرتشي

“Allah melaknat orang yang menyuap dan yang menerima suap”

Kedua, haram memberi mahar politik dan menerimanya.
Hal ini sesuai dengan kaidah:

ما حرم اخذه حرم اعطاءه 

“Apa yg haram diambil, maka haram diberikan”

Keputusan ini dalam rangka melahirkan pemimpin yg sesuai dengan standar syariat, yaitu; Muslim, adil, punya kompetensi, ahli ijtihad, dan peka terhadap kemaslahatan rakyat.

Sabtu Malam Ahad, 7 Juli 2018 di PP Miftahul Huda Ngroto Gubug Grobogan.

donasi bangkit

Advertisement

Fans Page

Advertisement