Pendidikan

UNU Jogja Komitmen Terus Berinovasi Jawab Tantangan Global

unu jogja

BANTUL, BANGKITMEDIA.COM

Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta belum lama ini menyelenggarakan kuliah umum perdananya, dengan mengusung tema “Tantangan Inovasi Bagi Indonesia”. Bertempat di aula Universitas Nahdlatul Ulama, kuliah umum tersebut menghadirkan Dr. Ary Syahriar. Ph. D (Pengajar Universitas Al-Azhar, Jakarta) dan didampingi oleh Rektor UNU Prof. Purwo yang berperan sebagai pengantar kuliah umum.

Pada awal pembicaraan, Prof. Purwo menyampaikan UNU berkomitmen, berpikir inovatif demi menjawab tantangan global dengan berlandaskan pada nilai-nilai keislaman.

“Inovasi ditujukan untuk mengubah keadaan Indonesia yang saat ini dijadikan lahan pasar, menjadi negara yang lebih produktif sehingga dapat bersaing dengan negara-negara lainnya dalam hal berproduksi,” tegas Prof. Purwo.

Pada acara inti kuliah umum, yang diikuti oleh seluruh mahasiswa-mahasiswi UNU, Dr. Ary menegaskan, kemungkinan Negara Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara yang saat ini mendominasi sektor perekonomian dunia sangat terbuka lebar. Tentu dengan cara kita berkomitmen bersama, menyatakan; “bisa, yakin bisa, tentu bisa!” hal ini tentu harus digelorakan dengan acuan riset ilmiah di perguruan tinggi, tak terkecuali UNU.

Pada pertengahan penyampaian materi kuliah umum, Dr. Ary berulang-kali menekankan kepada seluruh peserta kuliah umum untuk menyadari bersama-sama, bahwa Indonesia sebagai negara hingga hari ini masih saja dijadikan sebagai target aktivitas pasar global. Iklim tersebut menggiring masyarakat menjadi konsumtif. Keadaan tersebut hendaknya segera disikapi dengan semangat berinovasi meningkatkan produktivitas.

“Perubahan pola pikir menjadi lebih inovatif ini sangat penting, terlebih Indonesia masuk dan terlibat aktif dalam Masyarakat Ekonomi Asean, di mana Indonesia bersentuhan langsung dalam dinamika perekonomian global” tambah Dr. Ary.

Kuliah umum perdana ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa UNU agar ke depannya mempunyai bekal semangat dan dapat mengikuti kontestasi persaingan global. (Anas Tolhah/Rokhim)