Berita

STAISPA Yogya Adakan Wisuda Perdana

wisuda pandanaran

SLEMAN, BANGKITMEDIA.COM

Sekolah Tinggi Agama Islam Sunan Pandanaran (STAISPA, Yogyakarta mengadakan wisuda perdana di Kampus Hijau, kompleks Pesantren Sunan Pandanaran, Candiwinangun, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Daerah istimewa Yogyakarta, Sabtu (30/9/17). Dalam momentum wisuda kali ini, Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dakhiri memberikan orasi ilmiah dengan tema “Peran Alumni Perguruan Tinggi Berbasis Pesantren di Era Global”.

Dalam wisuda perdana ini STAISPA meluluskan 30 wisudawan yang terdiri dari 19 wisudawan dari Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IAT) dan 11 wisudawan dari Ilmu Tasawuf (lT). Wisudawan terbaik diraih oleh Siddiq Abdurrazaq asal Gresik Jawa Timur dengan nilai IPK 3,83.

“Dari 30 wisudawan, 11 lulus dengan prediket pujian (cumlaude), 17 lulus dengan prediket sangat memuaskan, dan 2 lulus dengan prediket memuaskan. Dari 30 wisudawan itu, sembilan diantara mereka telah menyelesaikan hafalan al-Quran 30 juz,” tegas KH Mu’tashimBillah, M.Pd.I., Ketua STAISPA.

KH Mu’tashim juga menegaskan bahwa STAISPA berdiri pada 27 Januari 2012. STAISPA berupaya memadukan pendidikan dari khazanah tradisi pesantren dan perkembangan keilmuan kontemporer, yang menghasilkan sarjana dengan visi keilmuan yang kuat sekaligus siap mengabdi kepada masyarakat.

“STAISPA saat ini memiliki 5 program studi, yakni Ilmu Al-Quran dan Tafsir (lAT), Ilmu Tasawuf (IT), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Saat ini STAISPA sedang mengajukan penambahan prodi sekaligus perubahan alih status dari Sekolah Tinggi ke Institute,” lanjut Kiai Tasim.

“STAISPA juga selalu aktif mendorong semua civitas akademika untuk aktif melahirkan penelitian baik mandiri, kelompok atau kelembagaan. Selama tiga tahun terakhur, alhamdulillah para dosen mampu mengakses dana hibah penelitian dari Kementerian Agama RI. Tahun 2016-2017 ada dosen yang riset di kampus luar negeri, yakni Gottingen University Jerman, Canal Suez University Mesir, dan Az-Zaitunah University, Tunisia. Para mahasiswa juga berhasil menorehkan prestasi karya tulis tingkat nasional dalam berbagai even. Semoga tradisi keilmuan yang telah berjalan ini bisa terus berlanjut, istiqomah dan terus ditingkatkan,” pungkas Kiai Tasim. (md)