Pendidikan

Siswa SMA Sains Al-Qur’an Jadi Wakil DIY di Ajang Nasional

Sains Al-Qur'an

YOGYAKARTA, BANGKITMEDIA.COM. Murdhi Fida Al Faaz namanya. Ia siswa SMA Sains Al-Quran Yayasan Pondok Pesantren Wahid Hasyim yang duduk di kelas XI MIPA. Siswa kelahiran Tasikmalaya 10 September 2002 ini memiliki bakat yang membanggakan terutama bagi dirinya dan keluarganya.

Saat ini Murdhi sedang mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam ajang Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam ke VIII di Banda Aceh. Ia adalah salah satu dari 60 peserta yang dikirimkan Kementerian Agama Yogyakarta dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) / Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Murdhi mewakili Yogyakarta di cabang lomba pidato tingkat SMA putra,” ucap Abdul Muhyi wakil bidang kurikulum SMA Sains Al Quran saat ditemui (13/10).

Setelah mengikuti seleksi tingkat provinsi dan lolos, sekarang dia membawa nama Yogyakarta di tingkat nasional yang diadakan selama 6 hari yakni 8 sampai 14 Oktober di Banda Aceh.

“Murdhi itu memang sudah terlihat bakatnya sejak kelas X di bidang pidato, dimulai dari keaktifannya , hingga dia menjuarai berbagai lomba mulai dari tingkat kabupaten sampai provinsi dan sekarang di tingkat Nasional,” jelas Abdul Muhyi.

Hampir di semua bidang ia berprestasi, lanjut Abdul Muhyi, dari sisi akademik, ia juga sering mengikuti lomba matematika ya walaupun masih tingkat peserta saja itu sudah bagus. Selain itu, hafalan Al-Qur’annya sudah 5 juz, bahasa Inggrisnya sudah tingkat Advance Plus yang merupakan kelas tertinggi di kelas English Afternoon.

“Kami akan selalu memberikan dukungan baik moril ataupun materil, bukan hanya kepada Murdhi tapi juga siswa berprestasi yang lain juga,” kata Abdul Muhyi

Abdul Muhyi juga menuturkan bahwa pihak sekolah memberikan guru pendamping khusus untuk melatih Murdhi.

“Bapak Adam Azmi Sya’roni guru Agama di sini, beliau sekarang sedang mendampingi Murdhi Di Banda Aceh,” jelas Abdul Muhyi

Kalau dia lolos tingkat nasional ini, lanjut Abdul Muhyi, kami juga berencana akan melanjutkan ke tingkat internasional jika ada, siswa seperti ini harus didukung. (Atiatul Afidah/Rokhim)