makam mbah kiai marzuqi giriloyo
Hikmah

Pernah Ditolong, Mahasiswa Kaget Mbah Marzuqi Sudah Wafat

Seorang mahasiswa asal Maluku kuliah di kampus swasta Yogyakarta. Sekitar tahun 2015, mahasiswa ini mengikuti program KKN (kuliah kerja nyata). Tugas KKN –nya saat itu berada di desa Giriloyo. Tentu banyak tugas saat KKN, itu dilakukannya dengan senang dan gembira.

Di tengah-tengah KKN, ada tugas mendata warga (cacah jiwo). Mahasiswa ini dengan senang hati mendata warga, satu per satu. Tiba-tiba, mahasiswa ini kaget mendengar nama Mbah Marzuqi yang sedang ramai dibicarakan warga. Tentu saja ramai, karena saat itu warga sedang menyiapkan haul Mbah Marzuqi.

Mbah Marzuqi… Mbah Marzuqi…. Mbah Marzuqi…..

Mendengar nama ini, mahasiswa ini melesat ingatannya di masa silam. Saat di Maluku, mahasiswa ini pernah sakit parah di pergelangan tangannya. Dia ketemu orang tua bernama Marzuqi. Orang tua inilah yang saat itu mengobati sakit parahnya. Tentu saja, dia sangat berterima kasih kepada orang tua ini.

“Kalau suatu saat ke Yogya, datanglah ke tempatku. Namaku Marzuqi asal Giriloyo. Masyarakat banyak yang sudah tahu. Tanya saja.” Tegas Mbah Marzuqi.

Baca juga: Ikuti Saran Mbah Marzuqi, Pengusaha Bangkit dari Kebangkrutan

Ingatan inilah yang langsung terngiang dalam diri mahasiswa ini. Dia langsung sadar bahwa dia sedang KKN di Giriloyo. Makanya, dia langsung menanyakan warga soal foto Mbah Marzuqi.

“Iya, ini foto Mbah Marzuqi yang pernah menolong saya saat itu. Saya yakin, inilah beliau. Giriloyo ini juga nama kampungnya,” tegas mahasiswa itu.

Dia kaget dan sadar, ternyata Mbah Marzuqi yang pernah menolongnya sudah wafat bertahun-tahun lamanya, yakni tahun 1991. Mahasiswa ini tak menyangka, Mbah Marzuqi yang sudah wafat bisa menolongnya ketika sakit keras. Mahasiswa ini kemudian datang ke makam Mbah Marzuqi, khusyu’ berdoa kepada Allah SWT.

Baca juga: Ini Tiga Perkara yang Dilarang Mbah Kiai Marzuqi Giriloyo

Itulah karomah para kekasih Allah SWT. Banyak kisah-kisah yang membuktikan bahwa para kekasih Allah selalu menebarkan kasih sayang kepada sesama. Tugas para generasi saat ini untuk melanjutkan perjuangan para kiai.

“Mbah Marzuqi memang penuh kisah yang demikian. Saya sering menerima tamu dengan beragam profesi dan latar belakang, yang mereka semua mempunyai pengalaman unik terkait Mbah Marzuqi,” demikian tegas Kiai Ahmad Zabidi ketika berkisah tentang ayahnya. (an/md)

*Tulisan ini merupakan hasil wawancara tim bangkitmedia.com dengan KH. Ahmad Zabidi Marzuqi, putra KH. Ahmad Marzuqi Romli, pada Senin (12/3/18)

donasi bangkit

Advertisement

Fans Page

Advertisement