gus yahya
Internasional

Pada Gus Yahya, Saya Menaruh Harapan Perdamaian Palestina

Saya kok malah menaruh harap pada perdamaian Palestina ya dengan kehadiran Gus Yahya Cholil Staquf ke Israel…

Semacam dua anak kecil yang sedang pengkerengan/gojek/bertengkar dan salah satu diantara mereka menangis, satu lainnya dianggap ‘nakal’ karena menyebabkan tangisan. Pasti yang dilakukan orang tua adalah; ngedem-ngedemi/menyayangi yang sedang nangis, dan tak kalah pentingnya adalah membujuk anak yang membuat nangis tadi untuk meminta maaf sambil memberi tahu bahwa yang dilakukannya tadi tidak baik dan menyebabkan temannya menangis.

Begitupun dengan kehadiran Gus Yahya dalam sebuah diskusi di Universitas Tel Aviv – Israel. Saya kok membayangkan perdamaian di Palestina tidak akan segera terwujud jika kita hanya menyayangi/mensupport Palestina, tanpa mendorong Israel untuk menyadari kekeliruan dan menyudahi peperangan. Dan tentu dorongan tersebut harus datang dari orang-orang yang tepat, mumpuni dan ‘didengar’ oleh Israel, salah satunya ya mungkin Gus Yahya, melanjutkan apa yang dilakukan Gus Dur dalam mewujudkan perdamaian Palestina dengan pendekatan khusus kepada Israel.

Tentu tidak sisimpel itu mengandaikan perdamaian Palestina – Israel, mengingat konflik di sana yang tidak tunggal, ia berlapis, bercabang, dan bahkan bersayap. Tapi usaha untuk mengurainya bukanlah kesia-siaan, karena perwujudan perdamaian dengan hasil win-win solution adalah proses panjang tanpa mengenal batas waktu.

(Penulis: Maghfiroh Abdullah Malik)

donasi bangkit

Advertisement

Fans Page

Advertisement