Pendidikan

Makmurkan Masjid dengan Pendidikan

tpa azahrotun

Masjid merupakan salah satu sarana ibadah yang sakral bagi umat muslim. Tidak jarang disetiap daerah pasti memiliki masjid dan masyarakat berlomba-lomba untuk bisa memakmurkan masjid. Namun lebih jauh dari itu masjid tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk sholat dan beribadah saja. Masjid harus bisa berfungsi lebih jauh dari itu. Fungsi utama masjid memang sebagai tempat beribadah kepada Allah, namun disisi lain fungsi masjid juga dapt difungsikan lain. Membentuk suatu lembaga pendidikan di masjid misalnya. Sekarang hampir di setiap masjid memiliki lembaga-lembaga pendidikan atau sering dikenal dengan TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an).

TPA merupakan salah satu srana belajar Al qur’an bagi anak-anak. Secara formalitas TPA merupakan pendidikan yang bersifat nonformal. Namun jika ditinjau lebih jauh TPA memberikan sumbangan yang besar terhadap pembentukan karakter anak-anak. Ketika belajar di TPA anak-anak tidak hanya belajar membaca Al qur’an namun mereka juga akan sedikit banyak belajar tentang Akhlakul karimah. Sehingga didalam mengahadapi arus globalisasi ini anak-anak termasuk remaja diantaranya mampu untuk menyikapi perubahan zaman yang semakin maju ini dengan tetap memiliki pondasi agama yang kuat.

Melalui lembaga-lembaga pendidikan yang di bentuk di masjid-masjid juga merupakan upaya untuk memakmurkan masjid. Gerakan memakmurkan masjid tidak hanya dilakukan orang-orang dewasa saja namun remaja serta anak-anak juga harus dilibatkan dalam memakmurkan masjid. Sehingga akan timbul dibenak remaja dan anak-anak bahwa masjid merupakan tempat yang asyik dan nyaman. Remaja dan anak-anak sekarang adalah generasi masa depan, jika mereka tidak dididik untuk dekat dengan masjid sejak dini mungkin maka akan sulit bagi mereka untuk cinta kepada masjid.

KHR. Kholil As’ad Syamsul Arifin, pengsuh Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo Jawa Timur pernah mengatakan “Melalui remaja masjid anak-anak muda di harapkan bisa menjadi generasi yang mampu menghadapi arus global dengan tetap menjaga sendi-sendi agama”.

(Sibyan)