Ngaji

Madzhab Ulama Ahli Hadits

ahli-hadits-bermazhab-syafii

Oleh: KH. Fajar Abdul Bashir, S.H.I., M.S.I, Ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PWNU DIY, Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Risalah Pandak Bantul Yogyakarya

“Para Ulama Ahli Hadits bermadzhab Syafi’i”
Jika ada pertanyaan; Apakah para ulama ahli hadits seperti Imam Bukhari dan Imam Muslim bermadzhab dalam ilmu fikih? Maka jawabannya adalah benar mereka bermadzhab dan madzhab mereka adalah Syafi’i. Untuk mengungkap kebenaran, mari kita lihat biografi Imam Bukhari terlebih dahulu.

Imam Bukhari belajar fiqih dari Imam al-Humadi dan al-Humadi belajar fiqih kepada Imam Syafi’i ketika berada di Makkah al Mukkaramah. Imam Abu ‘Ashin al-Abbadi dalam kitab ”Thabaqah”-nya menerangkan bahwa Imam Bukhari juga belajar Fiqih dan Hadits kepada Za’farani, Abu Tsur, dan Al Karabisi yang ketiganya adalah murid Imam Syafi’i. Keterangan tersebut ditemukan dalam kitab Faidul Qadir syarah Jami’ ash-Shaghir karya Syekh Muhammad Abdurra’uf Al-Manawi pada juz I.

Hal ini dikuatkan oleh Syaikh ad-Dahlawi dalam Al-Inshaf fi Bayani Asbab al-Ikhtilaf dan Syekh Tajuddin As-Subki bahwa termasuk kelompok pengikut madzhab Syafi’i adalah Muhammad bin Isma’il al-Bukhari. Syaikh Tajuddin al-Subki mangatakan; Imam Bukhari masuk dalam kelompok Syafi’iyyah, sebab Imam Bukhari telah disebut dalam kitab Thabaqat Syafi’iyyah.

Sedangkan madzhab Imam Muslim terjadi perbedaan pendapat, ada yang mengatakan bermadzhab Ahmad bin Hanbal, dan tidak sesikit yang mengatakan bermadzhab Imam Syafi’i. Sedangkan menurut Ibnu Taimiyyah Imam Muslim terkadang berfatwa memakai pendapat Imam Hanbali dan terkadang memakai pendapat Imam Syafi’i.

Murid-murid Imam Syafi’i
Murid-murid utama Imam Syafi’i di Mesir, yang menyebar-luaskan dan mengembangkan Mazhab Syafi’i pada awalnya adalah Yusuf bin Yahya al-Buwaiti (w. 846), Abi Ibrahim Ismail bin Yahya al-Muzani (w. 878), Ar-Rabi bin Sulaiman al-Marawi (w. 884). Imam Ahmad bin Hanbal yang terkenal sebagai ulama hadits terkemuka dan pendiri fiqh Mazhab Hambali, juga pernah belajar kepada Imam Syafi’i¹.

Selain itu, masih banyak ulama-ulama yang terkemudian yang mengikuti dan turut menyebarkan Mazhab Syafi’i, antara lain : Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari, Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Nasa’i, Imam Baihaqi, Imam Turmudzi, Imam Ibnu Majah, Imam Tabari, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, Imam Abu Daud, Imam Nawawi, Imam as-Suyuti, Imam Ibnu Katsir meskipun akhirnya beliau cenderung ke madzhab Maliki, Imam adz-Dzahabi, Imam al-Hakim.

Demikian sekelimit wawasan, semoga bermanfaat, wallahu a’lam bi ash-shawaf.

Referensi:
(1) Al-Salam, Ibn ‘Abd, Kabbani, Shaykh Muhammad Hisham, Haddad, Gibril Fouad, (1999), The Belief of the People of Truth, ISCA, ISBN.