Jenaka

Level Macan & Level Kucing

doa-masuk-masjid

Suatu hari ada seorang teman yang bercerita tentang kelucuan dua orang tokoh agama. Kedua tokoh tersebut sama-sama ahli ibadah, dan senang untuk saling berlomba-lomba dalam meningkatkan kebaikan. Sebut saja mereka Pak A dan Pak B.

Suatu ketika Pak A yang baru saja menikah untuk kedua kalinya datang menemui Pak B.

Pak A : Pak B, kamu punya istri baru satu kan? Wah… levelmu baru kucing. Ini lihat aku, levelku sudah macan, istriku sudah dua.

Pak B yang diejek merasa biasa saja, karena menurutnya belum perlu untuk menikah lagi. Namun setiap kali bertemu Pak A selalu mengulang kata-katanya. Dia seakan-akan menantang Pak B agar berani menikah lagi, agar ibadahnya bertambah. Lama-lama Pak B merasa geram. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menikah lagi. Setelah menikah, Pak A kembali bertemu dengan Pak B. namun kali ini bukannya mengejek, tetapi malah memuji keberanian Pak B.

Pak A : Wah… Pak B, hebat sekarang kamu udah berani menikah lagi. Sekarang levelmu bukan kucing lagi, tapi udah selevel macan.

Pak B  : Hmmm… macan apaan?

Pak A : Loh kenapa kok malah susah begitu?

Pak B  : Ya, sekarang bukannya levelku yang jadi level macan, tapi di rumahku sekarang ada dua macan. Sama-sama ganas.

Pak A : Hahahaha

Lain waktu Pak B yang sudah menikah dua kali, sekarang menambah ibadahnya dengan menikah untuk ketiga kalinya. Jadi sekarang Pak B punya tiga istri. Suatu hari Pak B bertemu Pak di masjid pada saat jamaah shubuh.

Pak A : Pak B, aku lihat semenjak kamu menikah ketiga kalinya kamu kok semakin rajin ke masjid ya. Datangmu ke masjid lebih awal sekarang. Salut aku, aku juga mau.

Pak B  : hehe, iya

Maka menyusullah Pak A menikah untuk ketiga kalinya. Lalu beberapa hari kemudian mereka bertemu kembali di masjid saat jamaah shubuh.

Pak B  : Pak A… hebat, setelah kamu menikah ketiga kalinya sekarang kamu lebih rajin dari aku. Datangmu ke masjid benar-benar awal, kalah aku.

Pak A : Iya jelas dong. Soalnya aku sekarang tidurnya di masjid, karena semenjak ada tiga istriku, aku gak boleh lagi di rumah.

Pak B  : Hahahahahahahaha

(Ummi Rohmatuningsih, Pengurus Yayasan Kodama Yogyakarta)

Tambah komentar

Klik untuk komentar