Buchori Masruri
Hikmah

Kisah Kiai Buchori Masruri Minta Pendapat Kiai Ali Maksum Saat Gus Dur Ceramah di Gereja

KH Bukhori Masruri, salah satu santri Rais ‘Aam PBNU Almarhum KH Ali Maksum tahun 1980-1984 dan pencipta lagu-lagu Nasida Ria yang wafat Kamis (17/05/2018). Sebagai santri yang pernah belajar langsung dengan Kiai Ali Maksum, ia memiliki kesan tersendiri tentang sang guru. Ia menilai Kiai Ali Maksum termasuk sosok yang terbuka dan berpandangan luas.

Kiai Buchori bercerita, suatu ketika KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berdakwah di depan para pendeta Kristen. Peristiwa tersebut menghebohkan masyarakat. Kiai Bukhori langsung menanyakan kepada Kiai Ali tentang peristiwa itu.

“Kiai Ali malah menjawab, ‘Kalau nggak Dur Rahman (Gus Dur) yang berdakwah di sana, lalu kapan para pendeta mendengarkan lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an?’” paparnya yang sontak disambut tawa hadirin.

Kiai Bukhori Masruri menyampaikan hal itu ketika memberikan taushiyah pada peringatan Haul Ke-27 al-Magfurllah KH Ali Maksum, di Krapyak, Yogyakarta, Rabu malam tahun 2016 silam. Ia juga mengatakan bahwa saking luasnya wawasan, Kiai Ali tidak hanya mengajarkan kitab-kitab salaf kepada para santrinya.

“Kitab-kitab umum seperti kitab karya Hasan al-Banna yang bagi kalangan pesantren kurang familiar, diajarkan juga. Beliau juga hafal macam-macam kitab di luar kepala sampai dikatakan sebagai ‘Munjid’ (kamus) berjalan,” ujarnya Kiai Bukhori.

Kiai ketika hidup berdomisili di Semarang tersebut juga bercerita bahwa pada suatu ketika dirinya dan satu temannya diminta Kiai Ali untuk mencari status hukum alkohol, bukan miras, dari kitab yang berbeda. Setelah seharian mencari, akhirnya mereka menemukan juga. Menghadaplah kepada Kiai Ali Maksum.

“Teman saya menemukan bahwa hukum alkohol itu haram. Lha, saya malah menemukan hukumnya tidak haram. Tahu hasilnya seperti itu, Kiai Ali malah tertawa,” kata Kiai Bukhori yang disambut gelak tawa para jamaah yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Bukhori juga mengungkapkan kalau Kiai Ali itu sangat dekat dengan para santri-santrinya.

“Kiai Ali itu sangat akrab sekali dengan santri-santrinya dan hafal nama semua santri. Saking dekatnya, para santri kalau memanggil kiai Ali itu bapak. Tidak ada kiai yang seperti itu, selain Kiai Ali,” tandasnya.

Hadir dalam acara haul tersebut KH Maimoen Zubair, Habib Husein Assegaf, KH Malik Madani, KH Idris, Dubes LBBP RI untuk Kerajaan Arab Saudi H Agus Maftuh Abegebriel, Dubes LBBP RI untuk Republik Demokratik Aljazair Hj Safira Machrusah, dan beberapa tokoh-tokoh lainnya. (NUO/rk)

donasi bangkit

Advertisement

Fans Page

Advertisement