smartphone santri
Sains

Kiat Cerdas Santri dalam Memanfaatkan  Smartphone

Smartphone merupakan suatu alat bantu yang beralih menjadi kebutuhan primer seseorang dalam melakukan pekerjaan atau aktifitasnya. Hal ini sesuai dengan data Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (KOMINFO). KOMINFO memperkirakan pada tahun 2018 ini pengguna smartphone mencapai 100 juta orang dari 250 juta jiwa penduduk Indonesia saat ini. Dalam artian pengguna smartphone mencapai 40% dari jumlah penduduk di Indonesia.

Bagi santri tidak bisa mempungkiri kemajuan teknologi smartphone ini, dengan smartphone suatu informasi bisa kita akses secara global baik dalam konten positif maupun negatif.

Tidak perlu kaum santri anti terhadap smartphone, tinggal bagaimana memanfaatkan dengan cerdas alat ini. Smartphone bisa di ibaratkan sebagai sebilah pisau yang bisa digunakan dalam hal positif seperti memotong sayur-sayuran di dapur dan lainnya, dalam hal negatif pisau bisa menjadi alat pembunuhan. Smartphone mampu mengakses konten-konten yang tersedia didunia internet tanpa ada batasan ruang dan waktu.

Seorang santri pengguna smartphone bisa menggunakan dengan bijak. Sepertinya untuk mengakses Al-Qur’an digital, kitab-kitab digital, dan informasi lainnya. Menjadi kewaspadaan bagi santri harus bisa memilah-milah dan mengecek sumber kebenaran informasi yang diakses. Jangan sampai hate speech (ujaran kebencian) atau berita bohong (hoax) terakses, tragisnya malah ikut-ikutan meyebarkan dalam media sosial (medsos) whatshapp, facebook, twitter, dan media lainnya.

Pelaku hoax, baik yang membuat maupun yang menyebarkan melalui medsos dapat dikenai tuntutan pelanggaran Undang-Undang No 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sebagai seorang santri dengan bidang keilmuan agama harus memberi contoh baik dalam mengunakan smartphone. Sebetulnya di internet boleh mengakses apa saja kecuali yang dilarang sebagaimana Pasal 27, 28, 29 UU ITE, seperti hate speech, penipuan, pornografi, perjudian dan sebagainya yang bermuatan negatif.

Penulis: Sholikul Hadi, penikmat Bangkitmedia.com dan mahasiswa Prodi Teknik Industri Universitas Sarjanawisata Tamansiswa (UST) Yogyakarta

donasi bangkit

Advertisement

Fans Page

Advertisement