wayang santri ki enthus
Budaya

Ki Enthus, Pencetus Wayang Santri dengan Segudang Prestasi

Ki Enthus Susmono baru saja menghembuskan nafas terakhirnya, Senin (14/05), sekitar pukul 19.10 WIB. Ki Enthus merupakan dalang kelahiran Tegal, 21 Juni 1966, dan merupakan anak satu-satunya dari pasangan Soemarjadihardja (dalang wayang golek Tegal) dengan Tarminah. Bahkan Kakeknya R.M. Singadimedja adalah dalang terkenal dari Bagelen pada masa pemerintahan Sunan Amangkurat di Mataram.

Semasa hidup, banyak prestasi dan kreasi yang tercipta dari tangan Bupati Tegal tersebut. Salah satunya adalah wayang santri. Wayang santri termasuk ke dalam jenis wayang golek. Wayang santri ini adalah salah satu program yang dibuat oleh Ki Enthus Susmono untuk menyiarkan agama Islam. Wayang santri dirilis sejak tahun 2006 dan pertama kali dipentaskan di pendopo Ki Enthus Susmono di Desa Bengle, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal.

Pemberian istilah “Wayang Santri” karena Ki Enthus Susmono mengakui ia bukanlah seorang kiai, dan ilmunya masih dangkal. Itulah yang membuat Ki Enthus Susmono terbiasa mengatakan “mengaji bersama” pada setiap pagelaran wayang santri karena posisi Ki Enthus Susmono bukan ustad atau pun kiai. Ia hanya membantu para ustad dan kiai untuk menyebarkan ajaran dan pengetahuan tentang Islam. Apabila ada kekeliruan atau kesalahan penuturan dalam pementasannya, Ki Enthus siap untuk diluruskan oleh para ulama yang lebih mengerti agama Islam.

Cerita-cerita yang digunakan Ki Enthus Susmono pada pementasan wayang santri, yaitu cerita tentang kisah keteladanan dan perjuangan para alim ulama, abu nawas dan tokoh muslim lainnya. Naskah cerita ditulis oleh beberapa kiai, diantaranya Kiai Amiruddin, KH Amir dari lebaksiu, KH Tholib dari Tembok Banjaran dan Kiai Mahfud Kholik dari Tegal. Pada pagelaran wayang santri, Ki Ethus Susmono menyelipkan pesan-pesan untuk memberikan pencerahan agama Islam kepada para penonton, seperti pesan aqidah, pesan akhlak, pesan syariah dan lain sebagainya.

Bukan hanya wayang santri, segudang penghargaan juga diraih Ki Enthus. Sebagaimana dikutip di laman wikipedia.org, berikut beberapa penghargaan yang diraih Ki Enthus :

  1. Dalang terbaik se-Indonesia dalam Festival Wayang Indonesia (2005)
  2. Gelar Doktor Honoris Causa bidang seni budaya dari International Universitas Missouri, U.S.A
  3. Gelar Doktor Honoris Causa bidang seni budaya dari Laguna College of Bussines and Arts, Calamba, Philippines (2005).
  4. 2007 memecahkan Rekor Muri sebagai dalang terkreatif dengan menampilkan kreasi jenis wayang terbanyak (1491 wayang).
  5. Pemuda Award Tahun bidang Seni dan Budaya, dari DPD HIPMI Jawa Tengah (2005).

Ragam penghargaan tersebut menunjukkan bahwa Ki Enthus merupakan seniman besar. Posisinya sebagai Bupati Tegal juga menunjukkan bahwa beliau adalah sosok pemimpin rakyat. Tak pelak kepergiannya pun menyisakan kehilangan bagi bangsa Indonesia, seniman, dan warga nahdliyyin. (An)

donasi bangkit

Advertisement

Fans Page

Advertisement