Kesadaran Digital
Sains

Kader NU Harus Miliki Kesadaran Digital

Gagasan Islam Nusantara yang digaungkan oleh NU harus mendapat tautan kulturalnya di era digital. Karena itu, generasi muda NU harus memiliki kesadaran digital untuk mengawal dan membranding-nya secara cerdas, sehingga tidak disalahpahami semata Islam Jawa, tetapi Islam Indonesia yang menyejarah.

Demikian disampaikan Husen Asyhari, pakar IT, salah satu pendiri Lembaga Pengkajian Teknologi dan Informasi (LPTI) Pelataran Mataram Yogyakarta.

Apalagi, saat ini marak situs-situs (Islam) yang mempromosikan truth claim dan kebencian. Situs-situs tersebut bebas diakses oleh para santri tanpa ada reserve sama sekali. Karena itu, Husen yang juga pernah aktif di IPNU Kota Yogyakarta itu mengungkapkan bahwa Muktamar NU di Jombang menjadi momentum strategis untuk membangun kesadaran digital santri dalam mengawal Islam Nusantara.

“Generasi muda NU harus menjadi aktor utama di dunia digital untuk mengawal Islam Nusantara sehingga menjadi ledakan wacana yang bisa menginspirasi bagi gerak perjalanan sejarah Indonesia masa depan,” tegas Husen saat ditemui bangkitmedia.com.

Bahkan, lanjut Husen, dengan kemahiran dan kecepatan digital, Islam Nusantara akan mampu setidaknya mengimbangi, kalau tidak meng-counter isu-isu intoleran tersebut.

“Kita tidak boleh telat, lamban, apalagi kaget dan malas belajar, karena mereka (situs intoleran) bekerja lebih sistematis dan secara masif berjejaring membentuk sel-sel untuk memenangkan nalar masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini sudah banyak tokoh-tokoh muda NU yang bergerak di media online. Tapi masih perlu gerakan yang lebih sistematis, masif dan kontinyu. Sebab, perang digital adalah perang wacana. Butuh kecepatan, percepatan dan konsistensi. Jika tidak, Islam Nusantara akan mudah terlempar dan hilang dari pertarungan digital. (rk)

 

donasi bangkit

Advertisement

Fans Page

Advertisement