internet dan diskusi pci nu inggris
Internasional

Internet: Super Setan dan Diskusi Bersama Syuriah PCI NU Inggris

Dr KH Faqih Abdul Kadir, Dosen IAIN Cirebon

Judul ini adalah thesis Pak Radhar dalam artikel Kompas pertengahan April 2018. Thesis inilah yang aku diskusikan dengan pakar Artificial Intellligence (kecerdasan buatan), sekaligus Syuriah PCI NU, Inggris. Pa De Didiek S Wiyono di Southampton, UK.

Sejak baca thesis itu, aku super galau. Sekarang sudah ditenangkan oleh Pa De. Inti thesis Pa Radar adalah bahwa internet ini sudah berkembang menjadi super iblis yang berbaju malaikat. Destruktif super hebat, tetapi semua orang menyambutnya dengan riang gembira, bak bertemu malaikat, atau bidadari/bidadara.

Analisis Pa Radhar: internet dengan google, Facebook, Twitter, WhatsApp, Instagram, dan 980 juta laman web di dunia telah merekam seluruh data pengetahuan, keamanan, teknologi, keuangan, bahkan seluruh tetek bengek kehidupan yang paling pribadi. Data dan kunci-kuncinya, itu bisa digunakan kapanpun, bahkan dengan sistem digital, untuk merusak individu tertentu, kelompok, bangsa, bahkan seluruh penduduk dunia.

Ini baru internet permukaan. Karena ada lagi di bawah itu, lautan data yang lain dan lebih dahsyat. Big data, deep web, dan dark web. Sebuah dunia digital yang sama sekali tidak bisa dijamah orang-orang secara umum, negara maupun perusahaan resmi. Sehingga seorang Elon Musk, Iron Man dalam dunia nyata, pendiri Tesla dan SpaceX, kata Pak Radhar, menganggap internet sebagai disutopian, kebalikan dari utopia. Yang memberi jalan mimpi paling buruk untuk dunia.

Internet punya potensi lebih dahsyat dari perbudakan, perang dunia, bahkan senjata nuklir sekalipun. Mengerikan bukan?

Nah, kata Pa De, ulama NU yang pakar AI, itu semua benar tetapi kurang analisis, bahwa dalam sains internet ada konsep multi Players dan multi influencer. Data yang super banyak itu tidak dipegang oleh satu orang, atau satu kelompok, dengan satu perspektif semata. Tetapi ragam bahkan super banyak perspektif. Dimana jika ada yang ingin destruksi, pasti ada banyak yang ingin konstruksi.

Ada perubahan nilai dalam memandang kehidupan memang pasti terjadi. Tetapi percayalah, kemanusiaan dan kehidupan, dengan dahsyatnya internet, tidak akan berhadapan dengan zero sum game. Percayalah, kecuali emang sudah waktunya kiamat.

Demikian tausiyah Pa De. Terimakasih Pa De, aku sekarang lebih tenang.

donasi bangkit

Advertisement

Fans Page

Advertisement