aliran gusdurian
Pendidikan

Ikuti Aliran Gusdurian, Yudisium FEB UI Penuh Canda

Hari ini adalah hari Yudisium FEB UI utk program pasca Sarjana. Yudisium acara sederhana pembacaan kelulusan dan pembagian surat keterangan lulus. Hari ini pertama kali ikut yudisium sebagai Ketua Departemen dan tugasnya membacakan lulusan cum laude. Dulu waktu menjadi Kaprodi, saya termasuk yang mempelopori acara Yudisium yang serius dan kaku menjadi ajang sedikit ketawa-ketawa dan humor-humor yang menyegarkan.

Saya termasuk aliran Gusdurian, kata Gusdur orang yang selera humornya tinggi itu adalah orang yang cerdas. Maka saya selalu membuat joke/humor dalam kelas atau kegiatan lainnya, biar saya kelihatan cerdas. Saya bahagia kalau bisa membuat orang tertawa bahagia.

Hari ini pun dalam suasana yudisium, saya selalu berusaha membuat para peserta tertawa. Saya sebagai ketua departemen ilmu ekonomi selalu mendapat giliran pertama. Laporan Wakil Dekan menunjukkan bahwa yang lulusan doktor tercepat, Doktor IPK tertinggi nyaris sempurna, dll–bukanlah mahasiswa Ilmu Ekonomi maka saya selalu berusaha menghibur para Doktor Ilmu Ekonomi yang sudah berlama-lama dan susah payah berusaha utk menyelesaikan studinya.

yudisium UI

Berikut ini pengantar pembacaan Yudisium tadi pagi:

Selamat buat para doktor yang lulus tepat waktu atau lulus tepat pada waktunya. Tepat pada waktunya, ketika mau di DO akhirnya lulus juga. Mahasiswa Doktor Ilmu Ekonomi memang lama lulusnya karena masalah beda keyakinan. Mahasiswa selalu yakin bahwa disertasinya adalah bagus, benar dan luar biasa; sedangkan dosen pembimbing dan penguji tidak pernah yakin akan disertasi dan tulisan mahasiswa.

Mahasiswa Doktor Ilmu Ekonomi memang rendah hati, karena Mahasiswa Doktor Ilmu Ekonomi tidak ada yang IPKnya nyaris sempurna karena mereka yakin bahwa kesempurnaan hanyalah milik pencipta Allah SWT. Allah tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan hamba-hambaNya. Sedangkan dosen/pembimbing kadang memberikan ujian yang melebihi kemampuan para mahasiswanya, sehingga kalian lulusnya lama-lama.

Saya senang melihat dan mendengar orang tertawa bahagia. Apakah saya tidak menjaga wibawa sebagai Ketua Departemen? Wibawa tidak perlu dijaga dan dibangun dengan kata-kata karena akan bersifat fana. Perilaku, kredibilitas, kinerja dan nilai diri akan melahirkan wibawa. Mungkin orang tidak setuju dengan gaya saya, tapi ketika semua bahagia dibuatnya..maka tidak ada larangan utk melakukannya. So jangan takut anda bercanda kalau bisa membuat orang bahagia

24 Agustus 2018

(Penulis: Dr Teguh Danarto, Head of Department of Economics, Faculty of Economics and Business, Universitas Indonesia)

donasi bangkit

Advertisement

Fans Page

Advertisement