Perempuan

Ibu Nyai Hj. Badriyah Fayumi : Ulama Perempuan Tenggelam oleh Dominasi Patriarki

DSC_1457Diantara tujuan Kongres Ulama Perempuan adalah bagaimana ulama perempuan tidak hanya memberikan kontribusi untuk isu kebangsaan dan kemanusiaan, tetapi eksistensinya juga dihargai dan diakui. Demikian disampaikan oleh Dra. Hj. Badriyah Fayumi, Lc. MA, Ketua Panitia Pengarah dalam acara Seminar Internasional Ulama Perempuan yang dilaksanakan di gedung Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat, Selasa siang (25/4/17).

Hj. Badriyah melanjutkan, dominasi budaya patriarki berakibat pada tenggelam dan terpinggirkannya ulama perempuan dalam mengisi ruang-ruang publik. Beliau berharap, kedepan kalangan perempuan memiliki banyak pengaruh dari sisi akademisi dan intelektual. Begitu pun dari pesantren-pesantren bisa memberikan ruang kesetaraan laki-laki dan perempuan.

“Ulama perempuan adalah mereka yang memiliki perhatian pada perspektif untuk kesetaraan perempuan dalam memajukan peradaban Islam dan perjuangan civil society,” tegas Badriyah yang juga menjabat sebagai wakil ketua PP LKKNU ini.

Seminar Internasional Ulama Perempuan ini merupakan salah satu rakaian pembukaan dari Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Kebon Jambu, Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut tidak hanya diisi oleh Ulama Indonesia, namun juga dihadiri oleh Ulama-Ulama perempuan dari manca Negara diantaranya adalah Mossarat Qadeem (Pakistan), Zainah Anwar (Malaysia), Hatoon Al-Fasi (Saudi Arabia), Sureya Roble-Hersi (Kenya), Fatima Akilu (Nigeria) dan Roya Rahmani (the Ambasador of Afganistan in Indonesia). (Udin)