Perempuan

Hasil Konggres Ulama Perempuan Diluncurkan Ke Publik

Peluncuran Hasil KUPI

JAKARTA, BANGKITMEDIA.COM

Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) pertama kali diselenggarakan pada 25-27 April 2017 di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy, Cirebon, sebagai bentuk penegasan eksistensi keulamaan perempuan di Indonesia. KUPI telah menjadi media gerakan sosial dan kebudayaan tempat membangun pengetahuan, saling belajar dan berbagi pengalaman, sekaligus meneguhkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Keterlibatan 1280 an orang dalam Kongres, dukungan para ulama, nyai-nyai pesantren, akademisi, tokoh agama, pemerintah, dan elemen masyarakat sipil atas penyelenggaraan KUPI merupakan bentuk rekognisi atas eksistensi keulamaan perempuan dalam sejarah keagamaan dan kebangsaan Indonesia. KUPI akan menjadi bagian yang konsisten dan berkelanjutan memperluas spektrum dedikasi dan kontribusi ulama perempuan bagi pembangunan Indonesia.

Menindak  lanjuti Konggres KUPI tersebut, bertempat di Hotel Millenium, Tanah Abang Jakarta diselenggarakan peluncuran hasil KUPI, Selasa (29/8). Sekitar 120 orang perwakilan nyai pesantren, akademisi, tokoh masyarakat, aktivis sosial hadir pada peluncuran hasil KUPI 2017 tersebut. Bertindak sebagai pemapar hasil di antaranya adalah Dr. Maria Ulfah Anshor (Dosen STAINU Jakarta/Pengarah KUPI), Dr. Atiyatul Ulya (Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta/Pengarah KUPI), Kyai Imam Nakhai (Komisioner Komnas Perempuan), dan Ala’i Najib (Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta/ KUPI).

Pada rilis pers yang dibagikan kepada para peserta, panitia mengungkapkan bahwa KUPI telah telah menghasilkan 3 hasil musyawarah keagamaan terkait dengan kekerasan seksual, pernikahan anak, dan perusakan alam. Selain 3 hasil musyawarah di atas, KUPI juga menghasilkan 25 rekomendasi umum yang dialamatkan kepada ulama perempuan di Indonesia, organisasi kemasyarakatan, masyarakat, aparat penegak hukum, parlemen, dan pemerintah terkait persoalan-persoalan aktual yang dihadapi bangsa. (nr)