Gubernur Jateng
Berita

Gubernur Ganjar Apresiasi Cabang Debat Konstitusi Berbasis Kitab Kuning

JEPARA, BANGKITMEDIA.COM

Saat pembukaan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Tingkat Nasional 2017 yang digelar di Lapangan Balekambang Komplek Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin, Jumat (1/12) siang, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sampaikan apresiasinya. Menurut Ganjar, semula pihaknya heran dengan adanya Cabang Debat Konstitusi Berbasis Kitab Kuning.

“Tadi saya agak heran dan bertanya pada Pak Menteri ‘lomba apa itu Pak?’,” ujar Ganjar serius. “Pak Menteri menjawab, ini lomba untuk mantapkan hakim Mahkamah Konstitusi agar tidak mengambil literatur dari Barat saja,” ujar Ganjar menirukan Menag.

Ganjar yang mengenakan batik dan sarungan, cukup terpukau dengan jawaban Menag. “Iya ya, saya baru sadar bahwa kitab kuning memang bisa jadi rujukan mengambil keputusan dan ini bukti Menag sangat tekun sosialisasikan konstitusi, sama saat menjadi anggota DPR dulu,” sambungnya.

Ganjar lalu mempersilahkan ribuan tamu dari seluruh Indonesia untuk memborong oleh-oleh khas Jepara dan Jateng. “Buktikan cinta kepada keluarga dengan tanda mata yang nyata,” kata Ganjar setengah promosi.

Sebelumnya, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin memaparkan, MQKN dimaksudkan sebagai ajang silaturahim dan penguatan soliditas pesantren di Indonesia. “Musabaqah diharapkan menjadi bagian memupuk komitmen dan mampu merevitalisasi kitab kuning dan pondok pesantren di dalamnya,” ujarnya.

Sebab melalui pembelajaran kitab kuning, menurut Kamarudin, maka Islam akan diajarkan dengan penuh moderat. “Juru dakwah yang mempunyai latar belakang pesantren pasti akan merujuk kitab kuning,” imbuhnya.

Awal mula MQK menurutnya, diinisiasi sejumlah kiai dan diakomodir Menag saat itu Said Aqil Husein al Munawar. “Kalau dulu tiga tahun sekali, mulai tahun depan MQKN akan diadakan dua tahun sekali,” pungkasnya yang disambut gemuruh tepul tangan hadirin.

MQKN 2017 memasuki gelaran tahun ke VI. Pertama dulu dihelat di Bandung, lalu Lirboyo Kediri, Mataram NTB, Banjarmasin, Jambi, dan tahun ini di Jepara. Musabaqah yang akan berakhir pada Kamis (7/12) mendatang ini diikuti 1.456 peserta dari seluruh Indonesia. (bap/Rokhim)