buletin al-fatihin
Berita

Bunuh Orang Musyrik! Ini Contoh Konten Buletin ISIS!

Berita NU, BANGKITMEDIA.COM

Buletin ISIS bernama AL-FATIHIN yang menjadi perbincangan ‘viral’ akhir-akhir ini, berisi konten-konten yang mengarah kepada terorisme. Sebagaimana yang diterbitkan dalam edisi 10, disana terpampang jelas judul tulisan “BUNUHLAH KAUM MUSYRIKIN DIMANA SAJA BERADA”.

Selain ajakan membunuh kaum musyrikin, buletin AL-FATIHIN juga membahas keberhasilan kaumnya dalam melakukan aksi jihad dan pengeboman. Sebagaimana diberitakan tribun news, diantara tema yang dibahas AL-FATIHIN adalah aksi kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, serta bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya.

Adapun judul yang ditulis adalah ‘Junud Khilafah di Indonesia Melepaskan Belenggu Tawanan Mereka Sendiri & Membunuh 6 Densus 88’. Selebihnya ada tulisan-tulisan mengenai anjuran melakukan kekerasan dengan ganjaran pahala.

Tema mengenai ajakan membunuh kaum musyrikin jelas mengandung unsur teror dan ‘menyesatkan umat Islam’. Mereka menafsirkan ayat-ayat mengenai perintah membunuh kaum musyrikin dengan sekehendak pikirannya, dan melenceng dari tafsir yang sesuai sunnah.

Para ulama ahlus sunnah menafsirkan ayat-ayat perang dengan memahami konteks ayat demi ayat, serta hubungannya dengan hadis shahih. “Para ulama menjelaskan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an tentang peperangan tidak bersifat mutlaq, melainkan muqayyad, yakni dibatasi dan dikaitkan dengan sesuatu sebab, yaitu membela diri atau pembelaan terhadap penganiayaan. Sehingga andaikata orang kafir meminta damai, Al-Qur’an memerintahkan agar kaum muslimin menerima perdamaian tersebut.” Demikian penjelasan Prof. Nadirsyah Hosen dalam situs pribadinya, nadirhosen.net.

“Disisi lain, Al-Qur’an menganjurkan kaum muslimin agar mengadakan hubungan baik dengan orang-orang kafir yang tidak memerangi dan mengusir umat Islam, sebagaimana diketahui dari Q.S. Al-Mumtahanah ayat 8-9 dan Q.S. An-Nisa’ ayat 90,” lanjut Prof. Nadir.

Jadi, disimpulkan bahwa ajakan membunuh kaum musyrikin sebagaimana diserukan oleh buletin AL-FATIHIN, adalah menyalahi Al-Qur’an, dan tidak sesuai sunnah Nabi, sebab Indonesia adalah negara damai, bukan negera perang. Kafir di Indonesia juga bukan kafir harbi yang memerangi kaum muslimin. Maka tidak boleh dibunuh tanpa hak. (An)

donasi bangkit

Advertisement

Fans Page

Advertisement