Sains

Arcule, Pupuk Organik Cair Karya Siswa SMK Al-Munawwir

Arcule bersama penciptanyaYogyakarta, BANGKITMEDIA. Air Cucian Lele yang disingkat menjadi Arcule adalah karya yang dihasilkan oleh Siswi SMK Ma’arif Putri Al-Munawwir dalam bidang sains pada ajang Pameran Klinik Sains SMK 2017 di Balai Pamungkas, Selasa-Kamis (10-13/10)

Produk Arcule ini merupakan pupuk organik cair yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman cabai, sayur-sayuran dan tanaman-tanaman hijau lainnya. Proses pembuatan Arcule tidak menggunakan tambahan bahan kimia yakni murni dari limbah air cucian Lele. Adalah Rahayu Maulida dan Isnaina Farha siswi SMK Ma’arif Putri Al-Munawwir yang memulai eksperimen Arcule ini.

“Pada awalnya kami ingin mencoba eksperimen tentang mentimun yang digunakan untuk membersihkan noda di pakaian yang noda tersebut benar-benar susah dihilangkan, tetapi hasilnya kurang efektif,” ujar Rahayu Maulida ditemui usai pembukaan Pameran Klinik Sains

Kami lalu mencoba lagi dengan serat kain yang digunakan untuk model kaligrafi, lanjut Rahayu, tetapi menurut teman-teman kurang sesuai untuk KIR, sampai akhirnya kami meminta pendapat pembimbing dan guru yang lain sehingga mantaplah untuk bereksperimen dari limbah air cucian lele

Setelah memantapkan hati, limbah air cucian lele yang mereka pinta dari warung pecel lele dibawa ke Laboratorium Universitas Gajah Mada untuk diteliti kandungan apa saja yang terdapat di air cucian tersebut. Selain limbah air cucian lele yang bisa digunakan untuk Pupuk organik, ikan lelenya pun mereka olah menjadi masakan salah satunya adalah nugget lele.

Pada proses eksperimen, mereka membandingkan empat tanaman cabai sebagai bahan penelitian. Tanaman A memakai air biasa, Tanaman B memakai Arcule dengan ukuran 150 ml, Tanaman C memakai Arcule dengan ukuran 250 ml dan Tanaman D memakai Arcule dengan ukuran 350 ml. Dari keempat tanaman cabai ini, hasil yang paling baik dan paling subur adalah Tanaman C yang menggunakan Arcule dengan ukuran 250 ml.

“Meskipun eksperimen ini tidak sesuai dengan jurusan kami yaitu Tata Busana, tetapi kami bisa membuktikan bahwa kemampuan seseorang itu tidak terfokus pada satu bidang saja, tetapi bisa pada bidang lainnya juga” tegasnya. (Ayu Ismatul Maula/Rokhim)